Sebentar Lagi, Tarif PDAM Gunungkidul Akan Naik

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Seiring dengan tingginya biaya operasional perusahaan.
Kenaikan tarif untuk pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak dapat dihindari lagi.

Meski demikian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul tetap akan mendukung dan menambah modal untuk PDAM.

Bupati Gunungkidul Badingan S.sos mengatakan, dengan biaya operasional yang semakin tinggi, maka perlu ada penyesuaian tarif bagi pelanggan PDAM.

Terlebih saat ini tarif listik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga terus mengalami kenaikkan, sedangkan PDAM sendiri sangat tergantungan terhadap energi listrik.

“Mau tidak mau ya [tarif PDAM] juga naik,” ungkapnya Selasa (25/7/2017).

Dia menjelaskan, meskipun perusahaan plat merah itu selama ini bekerja untuk pelayanan air masyarakat dan cenderung ke arah sosial, namun tarif listik yang diberlakukan oleh PLN tetap tinggi.

Beberapa kali pihaknya sempat melakukan negosiasi ke PLN agar PDAM diberikan tarif khusus. Namun hal itu tetap tidak bisa, sehingga PDAM harus menanggung beban listrik yang besar.

Dengan adanya kenaikan tarif listrik, kebutuhan listrik untuk operasioal pompa air yang semula dikisaran Rp 1,5 miliar per bulan menjadi sekitar Rp 2 miliar per bulan.

“Kami sudah nego ke PLN DIY dan ke Semarang juga. Namun tidak bisa, tetap karena PDAM adalah perusahaan maka masuk kategori bisnis dan diberikan tarif yang paling mahal,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Tirta Handayani, Isnawan Fibrianto mengatakan, telah mempertimbangkan untuk adanya kenaikkan tarif air bagi pelanggan PDAM. Hal itu dilakukan seiring dengan adanya kenaikan tarif listrik dan juga kenaikkan pajak listrik bagi industri.

Selama ini konsumsi listrik PDAM sudah sangat tinggi, dengan ditambah adanya kenaikkan pajak, maka pengeluaran akan semakin membengkak.

“Solusinya nanti kalau sudah mentok kami akan menaikkan tarif,” ujarnya.

Isnawan mengaku akan melakukan pembahasan terlebih dahulu terkait dengan kemungkinan kenaikkan tarif. Saat ini tarif sebesar Rp3.700 yang dibebankan kepada pelanggan dinilai belum cukup untuk menutupi biaya pengeluaran PDAM. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post