Sejumlah Napi Dapat Remisi

image

Melihat Narapidana Anak di Rutan Kelas II B Wonosari (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pasca peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Indonesia ke-72, sejumlah pelaku kekerasan yang melibatkan pelajar atau kerap disebut klitih mendapatkan pengurangan masa hukuman atau remisi. Pelaku yang ditahan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Klas II B Wonosari diberi remisi oleh pemerintah.

Kepala LKPA Klas II B Wonosari Sri Lestari mengatakan, sedikitnya terdapat tujuh anak yang pada HUT Kemerdekaan tahun ini mendapatkan remisi. Dari tujuh anak tersebut mayoritas merupakan mereka yang mendapatkan hukuman karena kasus klitih.

“Pelaku Klitih dapat remisi dalam rangka HUT RI ke-72,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Sabtu (19/8/2017) kemarin.

Pengurangan masa hukuman yang diberikan rata-rata satu bulan. Mereka mendapatkan remisi karena dinilai memiliki kelakuan yang baik saat menjalani masa hukuman. Hal itu dibuktikan dengan tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun waktu enam bulan terakhir, terhitung sebelum tanggal pemberian remisi.

Dia mengakui dari 36 anak yang saat ini menghuni LPKA dengan hukuman enam bulan hingga tujuh tahun itu tidak semuanya mendapatkan remisi.

“Usia anak rata-rata 15-17 tahun dengan berbagai kasus seperti klithih, pencurian hingga pencabulan itu tidak semuanya memenuhi syarat,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam rangka HUT Kemerdekaan RI Ke-72 sejumlah tahanan dewasa di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Wonsari juga mendapatkan remisi. Menurut Kasubsi Pelayanan dan Tahanan (Yanta) Rutan Klas II B Wonosari, Ardiyana menyebut sedikitnya terdapat 65 narapidana (napi) yang mendapatkan remisi.

“Mereka yang mendapatkan remisi adalah yang sudah menjalani masa pidana minimal enam bulan,” bebernya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post