Selama Kemarau, Peristiwa Kebakaran Meningkat

image

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Diyono. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari –  Memasuki musim kemarau, di wilayah Gunungkidul tak hanya kesulitan adanya saluran air bersih namun juga berdampak peningkatan potensi kebakaran yang sering terjadi dibeberapa wilayah.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Gunungkidul, Diyono, mengatakan peristiwa kebakaran tersebut mengalami peningkatan selama musim kemarau.

Tercata ada 27 kasus kebakaran selama Januari 2017 hingga Agustus 2017 ini.  Dari jumlah tersebut 19 kasus kejadian terjadi selama musim kemarau ini mulai bulan Juli hingga Agustus.

“Tren kebakaran memang tinggi saat memasuki musim kemarau. Satu bulan saja sudah terjadi 19 peristiwa kebakaran,” katanya saat ditemui Gunungkidulpost.com dikantornya, Kamis (31/8/2017).

Menurut dia, wilayah yang rentan terjadi kebakaran yakni di Kecamatan Wonosari yakni sebanyak 10 kasus. Sedangkan disusul Kecamatan Playen dan Kecamatan Tepus.
Kasus kebakaran yang terjadi selama musim kemarau ini tak hanya menimpa rumah atau bangunan saja, namun kebakaran juga terjadi di lahan.

Kondisi yang kering memudahkan percikan api dari sumber api menyulut bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti semak, daun yang kering, hingga tanaman.

“Saat musim kemarau ini, beberapa wilayah Kecamatan mengalami kekeringan, menyebabkan potensi terjadinya kebakaran memang menjadi tinggi,” ungkap Diyono.

Pihaknya pun menghimbau, kepada masyarakat untuk terus mewaspadai terhadap adanya potensi ancaman kebakaran yang mudah terjadi dimasa seperti ini.

“Masyarakat terkadang lupa membuat api untuk membakar sampah atau memasak, namun karena keteledoran akhirnya merembet dan membakar sekitarnya. Untuk itu kami menghimbau agar terus waspada terbadap potensi yang mudah memgancam kebakaran disekitar kita,” tutupnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post