Semarak Hari Jadi Desa Piyaman, Sejarah Ki Demang Wonopawiro Mulai Terungkap

271 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Piyaman yang ke-201, pemerintah desa setempat menyelengarakan gelar seni dan budaya yang bertempat di pasar Pahing Piyaman, Sabtu (6/7/2019).

Pada acara tersebut ditampilkan berbagai kesenian oleh kelompok seni di desa Piyaman, seperti seni gejok lesung, reog dodok kreasi dari kelompok seni di Piyaman, toklik, tari Wijil yang menceritakan tentang sejarah desa Piyaman, serta ketoprak. Selain pagelaran seni ada pula pameran oleh pelaku UMKM setempat dari kerajinan wayang, konveksi batik demang wonopawiro, cinderamata, pande besi, serta kuliner tradisional.

Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul Agus Kamtono, mengatakan gelaran seni budaya ini merupakan wujud perjuangan dari Demang Wonopawiro yang harus dilestarikan. Mengingat masyarakat masih minim yang mengetahui sejarah berdirinya Wonosari.

“Acara ini sekaligus mengenang dan membuka sejarah tentang perjuangan Demang Wonopawiro, untuk itu melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan tau dan mengenal sejarah Wonopawiro.” katanya.

Agus menambahkan berbagai kesenian banyak digelar ditiap desa apa lagi event bersih desa atau rasulan. Akan tetapi kegiatan di Piyaman ini sekaligus dijadikan brand karena memiliki nilai sejarah yang tinggi. Sehingga dia berharap kedepan masyarakat lebih memahami sejarah adanya tokoh Demang Wonopawiro.

“Ini menjadi brand tersendiri lantaran memiliki nilai sejarah yang tinggi terutama bagi warga di desa Piyaman.” Ucapnya.

Kepala Desa Piyaman Tugino, S.Pd, mengatakan bahwa peninggalan seni dan budaya yang ada di Indonesia harus dilestarikan.

“Acara ini digelar untuk melestarikan khususnya peninggalan budaya dari Demang Wonopawiro yang menjadi tokoh sejarah adanya Wonosari.” katanya kepada Gunungkidulpost.com setelah peresmian pokdarwis Demang Wonopawiro.

Tugino berharap agar potensi wisata sejarah yang ada di desa Piyaman tersebut mempu mendatangkan wisata lokal ataupun luar, yang nantinya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Semoga dengan adanya gelaran budaya dan destinasi wisata sejarah ini menjadi titik awal untuk mendukung pariwisata di Gunungkidul.” tutupnya. (Falentina)

Related Post