Separo Wilayah Di Gunungkidul Bisa Jadi Desa Budaya

image

Workshop Desa Budaya. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Playen – Demi terwujudnya desa budaya yang mandiri berbasis kebudayaan, Karang Taruna DIY bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan DIY menggelar workshop dengan mengambil tema Penguatan Desa Budaya Kabupaten Gunungkidul pada tanggal 2 – 3 Juni 2017 di salah satu rumah makan yang ada di Siyono, Playen.

Hadir dalam acara workshop di hari yang kedua pada Sabtu, (3/6/2017) ada GKR Condro Kirono, CB Supriyanto, Ketua Dewan Kebudayaan Gunungkidul, Dwijo, dari Dinas Kebudayaan dan Didik Joko Nugroho, Ketua Karang Taruna DIY. Selaku penyelenggara workshop Didik menyampaikan bahwa workshop kali ini melibatkan lima unsur yaitu PKK, LPMD, BPD, Karang taruna, dan Perangkat Desa.

“Lima unsur tersebut kita ambil dari 15 desa budaya yang ada di Gunungkidul, mereka kita dampingi untuk mensinkronkan antara perencanaan desa dengan kegiatan yang dilakukan desa budaya,” jelas Didik kepada Gunungkidulpost.com.

Harapannya dengan kegiatan ini 15 desa budaya yang ada di Gunungkidul bisa menjadi desa yang mandiri berbasis kebudayaan.

“Hal ini searah dengan undang-undang keistimewaan, dimana salah satunya berkaitan dengan kebudayaan, kita berharap desa budaya bisa menjadi pilar penyangga kebudayaan di DIY,”tuturnya.

Sekarang ini masih banyak desa budaya yang konsep perencanaanya belum bisa menyatu dengan perencanaan desa, maka dengan adanya workshop ini diharapkan kedepannya akan dapat menyatukan perencanaan tersebut.

“Lima unsur tokoh yang kita undang dari masing- masing desa, harapannya nanti mereka bisa bersama merencanakan pembangunan desa bersinergi dengan kegiatan kebudayaan,” imbuhnya.

Sementara itu, GKR Condro Kirono juga menyampaikan bahwa pihaknya sangat mensuport kegiatan ini.

“Kita perlu terus kembangkan agar budaya tidak hilang begitu saja, dan ini perlu keterlibatan masyarakat dan pemerintah,”tutur GKR Condro Kirono.

Lebih lanjut, GKR Condro Kirono menuturkan bahwa setelah ini akan ada pelatihan untuk perwakilan dari karang taruna dari masing-masing desa untuk menjadi pelestari budaya.

“Targetnya dua, tiga tahun yang akan datang separuh dari Gunungkidul bisa menjadi desa budaya yang istimewa dengan mengoptimalkan potensi yang ada,” ucapnya.

Untuk Gunungkidul, terus semangat menuju tahun 2020 menjadi desa budaya istimewa, dengan optomalisasi potensi di bidang seni, nilai dan tradisi. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post