“Sepenggal Impian” Karya Film Dokumenter Dari Tangan Disabilitas

image

Film dokumenter "Sepenggal Impian" karya kaum Disabilitas Dilauncing di Desa Beji, Kecamatan Patuk. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Patuk – Film dokumenter berjudul “Sepenggal impian” karya kaum disabilitas Desa Beji, Kecamatan Patuk, akhirnya telah di launching di Kantor Balai Desa Beji, Kamis (15/6/2017).

Kepala Desa Beji, Edy Sutrisno menyampaikan bahwa film perdana ini terwujud berkat kerjasama Handicap International dan organisasi sosial Mekar Sari.

“Begitu luar biasa dimana kaum disabilitas mampu berkarya dengan baik sehingga film ini bisa diselesaikan,” kata Edy Sutrisno kepada Gunungkidulpost.com.

Lebih lanjut Edy menuturkan bahwa Desa Beji merupakan satu daerah yang responsif terhadap kaum disabilitas. 

“Kaum disabilitas dilatih sehingga mereka mampu berkarya dan berdaya di masyarakat,” ucapnya.

Dia berharap, setelah film yang menceritakan kehidupan ini dilaunchingkan, film ini dapat memberi edukasi dan pembelajaran ke masyarakat luas khususnya di Gunungkidul.

” Untuk kaum disabilitas sendiri diharapkan bisa bangkit dan memanfaatkan segala potensi yang ada,” tuturnya.

Dengan penuh semangat Edy menyampaikan bahwa pihaknya akan share film tersebut melalui dunia maya agar lebih banyak orang yang tau betapa orang dengan keterbatasanpun mampu berkarya dengan baik.

Sementara itu, wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi juga hadir menyempatkan diri untuk melihat secara langsung film yang berdurasi 15 menit ini.

“Jangan berhenti di satu film saja, semoga film-film selanjutnya dapat diciptakan kembali. Keberadaanya semoga bisa dimanfaatkan dengan baik kaum disabilitas sehingga program pembangunan desa terdukung,” ungkap Immawan.

Terpisah, Singih Purnomo, Manager Advokasi Bagian Perubahan Handicap International menjelaskan bahwa, film ini mengandung manfaat yang tinggi. Rencananya, selama kurang lebih 3 tahun kedepan Handicap International akan menyasar Gunungkidul.

Pihaknya berharap, kedepannya desa agar lebih responsif lagi terhadap kaum disabilitas.

“Melalui media pembuatan film ini kami bertujuan supaya kaum disabilitas dan perempuan dapat berperan dalam proses pembangunan,” bebernya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post