Siapa Sosok Cantik Dibalik Layar PSIM?

372 views

Gunungkidulpost.com – Yogyakarta – Jajaran menejemen PSIM Yogyakarta mulai berbenah guna menangani tim supaya benar-benar profesional.

Namun ditubuh tim yang profesional banyak pula orang yang bekerja di balik layar untuk memastikan roda tetap berjalan.

Musim 2019 ini, PSIM klub kebanggaan warga Yogyakarta memulai pengelolaan secara profesional. Banyak tenaga profesional mengelola klub untuk mengurus sisi teknis maupun non teknis Laskar Mataram.

Bambang Susanto kita ketahui menjadi pimpinan tertinggi PSIM sebagai CEO.

Sementara Aji Santoso menjadi pelatih mengurus segala macam sisi teknis dibantu manajer tim David Hutahuruk.

Namun kali ini, tak ingin membahas sisi teknis Laskar Mataram melainkan sosok Yuliana Tasno atau akrab disapa Lina Tasno yang menduduki posisi Comercial Deputy Director PSIM.

Dia bertugas menangani sisi komersial Laskar Mataram untuk memastikan roda bisnis yang menghidupi tim. Liana sendiri bukan sosok baru di sepakbola Indonesia lantaran beberapa waktu lalu ia merupakan Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia.

Liana sukses mengubah wajah timnas Indonesia menjadi lebih berdaya jual dari segi ekonomi yang dampaknya organisasi terhidupi dengan baik termasuk kesejahteraan pemain yang membela panji merah putih.

Liana mengatakan, Yogyakarta memiliki potensi besar untuk mengangkat sporttainment melalui PSIM. Apalagi para pendukung yang militan.

“Yogyakarta opsi kedua setelah Bali. Disamping itu pariwisatanya yang maju membuat disini makin betah,” ujarnya.

Menurut dia, PSIM ingin menjadikan Stadion Mandala Krida ini sebagai tempat sports entertaiment di Yogyakarta. Saat ini pihanya telah membuka mega store, dan kedepannya akan dikembangkan dengan cafe.

“Kita mau buka cafe, mega store. Saat ini kita sudah buka store sementara tapi kita mau sprint, mau lari cepat, apa yang bisa dikerjakan harus segera dikerjakan,” ungkapnya saa berbincang dengan wartawan.

Liana pun mengaku kerasan dengan suasana Yogyakarta yang disebutnya begitu bersahabat dan ramah.

Liana sendiri bukan sosok baru di sepakbola Indonesia lantaran beberapa waktu lalu ia merupakan Manajer Brand dan Komunikasi Timnas Indonesia.

Liana sukses mengubah wajah timnas Indonesia menjadi lebih berdaya jual dari segi ekonomi yang dampaknya organisasi terhidupi dengan baik termasuk kesejahteraan pemain yang membela panji merah putih.

“Jogja luar biasa menurut saya, masyarakatnya ramah-ramah dan sopan. Saya sering diajak swafoto bareng teman-teman PSIM, dan ketika diajak berswafoto pun saya merasa senang saja. Saya merasa attitude masyarakat Yogyakarta ini berbeda,” imbuh Liana. (Bayu)

Related Post