Siatem Zonasi Membuat Pasha Terlempar Dari Sekolah Negeri

90 views

Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) membuat Muhamat Pasha Pratama (12) warga Dusun Bulu RT 05 RW 14 Desa Bejiharjo tidak bisa Sekolah di SMP negeri yang tak jauh dari rumahnya.

Akibatnya saat ini Pasha belum mendaftar SMP lain karena terkendala jarak dan biaya.

Pasha menceritakan awal mula ia mendaftar di SMPN 2 Karangmojo hingga akhirnya belum mendapatkan sekolahan hingga saat ini. Dia mendaftar SMPN 2 Karangmojo karena dekat dari rumah, terlebih banyak teman-temannya yang mendaftar di sekolah tersebut.

Namun, saat pengumuman PPDB ternyata namanya tidak tercantum pada daftar calon siswa yang diterima. Padahal, kata Pasha, antara rumahnya dengan sekolah tersebut berjarak 2 kilometer dan nilai UN miliknya lebih tinggi dibanding beberapa teman lainnya.

“Saya cari nama saya di papan pengumuman kok tidak ada, ternyata saya tidak diterima dan itu rasanya sedih sekali. Padahal teman-teman saya yang nilainya dibawah saya banyak diterima. Saya sangat kecewa,” katanya.

Pasha mengaku masih ingin melanjutkan sekolah di bangku SMP. Namun, sampai saat ini ia masih terganjal dengan masalah transportasi ke sekolah yang jaraknya jauh dari rumah.

“Masih bingung mau mendaftar ke mana,” ucapnya.

Tak hanya Pasha, kejadian tidak mengenakkan juga dialami Romi Kurniawan (12), warga Dusun Bulu, Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Pasalnya, ia juga tidak diterima di SMPN 2 Karangmojo.

Romi melanjutkan, ia merasa kecewa karena tidak berhasil bersekolah di SMPN 2 Karangmojo.

“Pas daftar nama saya di urutan tengah dan pas pengumuman tiba-tiba ada di urutan bawah,” ujarnya Kamis (11/7/2019).

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Kisworo mengatakan, bahwa Pasha tidak diterima di SMP negeri karena tidak memenuhi salah satu variabel PPDB online. Menurutnya, kejadian itu bukan kali pertamanya terjadi.

“Terkendalanya yang pertama jarak, yang kedua usia dan ketiga adalah (waktu) saat pendaftaran. Nah itu, dia (Pasha) kalahnya di usia,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (11/7/2019).

Kisworo menjelaskan, batasan usia pendaftar PPDB SMP tidak lebih dari 15 tahun. Namun, jika rata-rata usia pendaftar adalah 12 tahun atau 12 tahun lebih 1 hari maka otomatis Pasha terlempar dari peringkatnya. (red)

Related Post