Siswa SMK N 1 Ngawen Ciptakan Alat Canggih

1011 views




​Gunungkidulpost.com – Ngawen – Guru dan Siswa SMKN1 Ngawen Berhasil menciptakan alat moderen yang dipasang disebuah kendaraan bermotor. 

Alat canggih tersebut yakni Safety riding Kit S2-HK Bebasis mikrokontroler Arduino nano merupakan alat untuk mengamankan kendaraan dan pengguna karena jika tidak membawa STNK, SIM dan Helm maka kendaraan tidak akan difungsikan.
Alat sederhana ini sistem kerjanya unik, dimana saat kita ingin menggunakan kendaraan maka harus menempelkan SIM dan STNK di Body motor. Serta menggunakan helm yang tali pengamannya harus terpasang dengan sempurna. Jika salah satu diantara perangkat ini tidak dimiliki, jangan berharap bisa mengendarai kendaraan.
Salah seorang siswa SMK N1 Ngawen, Taufik Kalfin Ashari (16) mengatakan, banyak murid yang mengalami kecelakaan dan salah satu penyebabnya banyak pengendara yang belum memiliki sim, dan tidak menggunakan helm. Itulah yang mendorong niat kami untuk mengembangan alat tersebut.“Ide awalnya karena prihatin melihat banyaknya kasus kecelakaan. Dan ini kami kembangkan untuk membuat alat baru,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Rabu (11/1/2017).
Menurut dia, bersama guru pembimbing mereka lantas mengembangkan alat pengaman bagi pengendara yang mewajibkan membawa SIM, STNK dan Helm saat akan membawa kendaraanya. “Jika tidak lengkap seperti SIM, Helem dan STNK, kendaraan tidak bisa dipakai,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu guru pendamping, Heru Raharjo menyampaikan, alat ini terdiri dari 3 komponen, yakni reader untuk membaca SIM dan STNK yang sudah ditambah kartu pengaman, Sensor helm dan prosesor untuk mengolah data ketiga komponen tersebut sehingga kendaraan bisa berfungsi. “Alat ini kami berinama Safety riding Kit S2-HK Bebasis mikrokontroler Arduino nano, dimana perangkat keamanan berkendara yang berbasis kontrol SIM, STNK danHelm keselamatan,” ucapnya.
Untuk pengendara orang lain, tidak perlu takut. Sebab, pihaknya sudah membuat saklar tersembunyi, yang berguna menonaktifkan peralatan ini. SMK N 1 Ngawen tengah mengembangkan alat tersebut agar lebih murah dan bisa diaplikasikan ke masyarakat. “Untuk pembuatan alat uji coba ini kami membutuhkan biaya sekitar Rp 800 ribuan, tetapi jika sudah diproduksi masal kemungkinan akan murah,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post