SMA N1 Patuk Resmi Jadi Sekolah Siaga Bencana

47 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan dan meresmikan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Patuk sebagai Sekolah Siaga Bencana, Selasa, (24/4/2018).

Peresmian SMA N 1 Patuk sebagai Sekolah Siaga Bencana itu diawali dengan kegiatan simulasi gempa bumi hingga menyebabkan tanah longsor.

Kepala Sekolah SMA N 1 Patuk, Mujiyono, mengungkapkan, tepat apabila sekolahnya dijadikan sekolah siaga bencana, karena sekolah ini berada di wilayah perbukitan batur agung atau zona utara.

“Ada sedikitnya 350 siswa, dan 47 pegawai SMA 1 N Patuk, mereka dilatih untuk tanggap, tangkas dan tangguh bila bencana terjadi tiba-tiba,” kata Mujiyono.

Menurut dia, program Sekolah Siaga Bencana ini merupakan aset lebih dari yang dimiliki sekolah ini, dimana para siswa semakin sadar potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan bisa meminimalisir terjadinya korban jiwa dan harta benda.

“Salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan menyikapi hal itu adalah diajarkannya pendidikan kebencanaan di sekolah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana mengatakan, ada 2.906 sekolah dari 5.297 sekolah berada di wilayah rawan bencana. Adapun potensi bencana yang mungkin terjadi diantaranya banjir, tanah longsor dan gempa bumi.

“Hingga 2017, di DIY telah berdiri 71 sekolah yang berada di wilayah rawan bencana,6 di antaranya ada di Gunungkidul, salah satunya SMA 1 Pathuk,”katanya.

DIY memiliki potensi terjadinya bencana, semua harus disiapkan dengan cara melatih masyarakat untuk bisa memahami karakter bencana sehingga bisa mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadinya bencana.

“Metigasi bencana harus menjadi bagian kearifan lokal masyarakat, terutama wilayah yang berpotensi bencana,” tambahnya.

Harapannya, dengan program ini para siswa bisa diajarkan bagaimana penanggulangan bencana sejak dini. Pendidikan kebencanaan yang ditanamkan sejak dini merupakan hal penting dalam pengurangan risiko bencana, apalagi anak didik merupakan kelompok rentan terhadap bencana.

“Sekolah Siaga Bencana ini jadi salah satu solusi,” pungkasnya. (Susanti)

Related Post