Suharno Dicoret, Suhu Politik PDIP Mulai Memanas

38 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Suhu politik dikalangan arus bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Gunungkidul mulai memanas.

Pasca beredarnya kabar kencang mengenai tidak akan dicalonkannya lagi Ketua DPRD Gunungkidul, Suharno dalam Pemilu mendatang.

Suharno yang telah 3 periode menjadi anggota legislatif rencananya akan mencalonkan diri menjadi anggota DPRD DIY. Namun pencalonannya justru tersendat oleh internal partai.

Oleh sebab itu, para pendukung fanatik Suharno pun mengecam keras keputusan DPC PDIP Gunungkidul yang mencoret nama Suharno tersebut.

Mereka menilai bahwa apa yang dialami Suharno ini sebagai sebuah penjegalan kader terbaik PDIP.

Sejumlah kader partai berlambangkan kepala banteng moncong putih akhirnya mengancaman akan golput jika sampai keputisan pencoretan dilakukan dalam Pemilu 2019 mendatang.

Tak hanya pendukung Suharno saja, nampak pula para Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) maupun Satgas PDI Perjuangan dan sejumlah sayap partai berkumpul menjadi satu untuk menanyakan secara langsung kepada Suharno.

“Isu pencoretan Suharno sendiri sudah beberapa waktu terakhir ini ia dengar,” kata Anggota Satgas PDI Perjuangan Gunungkidul, Maryoto kepada wartawan, Minggu (10/6/2018).

Ia mengungkapkan, setelah kabar ini mendapatkan konfirmasi dari Suharno bahwa rumor tersebut memang benar adanya ia bersama ratusan simpatisan merasan kecewa akan rumot itu.

“Saya heran, kenapa kader dengan pendukung sangat banyak kok bisa dijegal tidak boleh maju lagi oleh Ketua DPC PDIP dan Sekretaris DPC,” tandasnya.

Dia mengaku, benar-benar kecewa dan mempertanyakan dasar dari keputusan kontroversial ini. Selama ini menurutnya, Suharno sangat loyal dan tak pernah melanggar aturan partai. Jika hal ini merupakan keputusan yang atas didasarkan suka atau tidak suka terhadap Suharno.

“Dalam waktu dekat ini kami bersama ratusan Satgas PDIP Perjuangan akan mendatangi kantor DPC PDIP guna mempertanyakan keputusan ini,” ucapnya.

Dia menambahkan akan mengancam apabila nantinya DPC PDIP tidak mendengarkan aspirasinya, Satgas PDIP akan golput pada Pemilu 2019 ini.

“Kita mempertanyakan kepemimpinan dari Ketua DPC PDIP yang sangat otoriter dan selama ini banyak dikeluhkan oleh kader di lapangan,” paparnya.

Sementara itu, Suharno membenarkan perihal adanya keputusan sementara dari DPC PDIP Gunungkidul untuk mencoretnya dari daftar Caleg DPRD Tingkat I.

Suharno sekaligus juga berpamitan kepada para pendukungnya yang mungkin tidak akan melihat lagi kiprahnya sebagai legislator beberapa waktu mendatang.

Namun ia berjanji akan berupaya keras dalam masa setahun sisa kepemimpinannya di DPRD Gunungkidul untuk berjuang maksimal bagi masyarakat Gunungkidul.

“Saya akan bekerja keras disisa masa jabatan sebagai ketua DPRD Gunungkidul,” ungkapnya.

Suharno sendiri mengaku terkejut dengan besarnya dukungan masyarakat dan kader PDIP terhadapnya pasca merebaknya kabar pencoretan Suharno dari pencalegan PDIP.

“Saya sampai kaget, kok malah penuh begini,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh pendukungnya agar tetap tenang dan tidak membuat manuver apapun. Pihaknya memilih menunggu adanya keputusan final karena dalam hal ini juga ada campur tangan dari DPP PDIP.

Jika nantinya hasil dari rapat pleno tersebut tetap memutuskan pencoretannya, Suharno memerintahkan kepada pendukungnya agar tetap legowo dan ikhlas menghadapi kenyataan.

“Saya akan menerima dengan legowo dan kedepan tetap mengajak seluruh pendukung agar senantiasa membesarkan PDIP,” tutup Suharno. (Bayu)

Related Post