“Sukses Tahap 1, Amnesty Tahap 2 KPP Pratama Fokus Sosialisasi ke Pelaku UMKM

480 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –  Setelah sukses melaksanaan program tax amnesty tahap pertama, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Wonosari siap fokus melakukan program pengampunan pajak tahap dua. Nantinya program tersebut akan dipromosikan kepada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Gunungkidul.
Kepala KPP Pratama Wonosari, Taufik mengatakan, jika sesuai dengan program dari pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jendral Pajak, amnesty pajak dilaksanakan tiga tahap. Pada tahap pertama sudah selesai, dan memasuki bulan Oktober ini pihaknya siap melayani amnesti pajak untuk tahap dua. “Untuk tahap kedua ini kita sudah siap melayani bagi para wajib pajak agar melaporkan harta dan kekayaannya,” katanya, Rabu (12/10/2016).
Taufik menjelaskan, tahap pertama yang sudah selesa pada 30 September 2016 lalu, KPP Pratama Wonosari tergolong sukses lantaran tebusan yang diraih mencapai Rp 1,7 miliar. Suksesnya pelaksanaan tax amnesty di tahap pertama bukan hanya dari kerja keras para petugas pajak. Akan tetapi semua masyarakat yang telah sadar akan pentingnya pajak bagi negara. “Kita juga mengapresiasi semua pihak yang selama ini turut membantu melakukan sosialisasi amnesti pajak,” ungkapnya.
Taufik mencontohkan, seperti Bupati dan Wakil Bupati Gunungkidul, yang ikut turut serta dalam menyukseskan program ini. Dengan melapor, ungkap dan tebus harta kekayaannya, nanti dapat menjadi teladan masyarakat untuk ikut pada tahap kedua ini. “Untuk itu kami akan lebih meningkatkan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Taufik, pada tahap kedua ini, pihaknya akan fokus terhadap para pelaku UMKM yang ada di Gunungkidul. Sebab diketahui banyak perusahaan UMKM yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti tax amnesty. “Untuk UMKM yang memiliki omzet di bawah Rp 4,8 miliar hanya dikenakan flat sekitar 0,5 persen dari total harta yang diungkap. Sementara yang mengungkapkan hartanya atau omzetnya di atas Rp 10 miliar, hanya dikenakan 2 persen saja hingga penutupan,” jelasnya. (Nena)

Related Post