Sumber Air Menyurut, Pemkab dan Kodim Cari Solusi Entaskan Kekeringan

96 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul mencatat sebanyak 127.977 jiwa terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul.

Hal itu membuktikan bahwa jumlah terdampak semakin bertambah. Sedangkan pada bulan Juli lalu sebanyak 105.234 jiwa.

Kepala Pelaksana BPBD kabupaten Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan sebanyak 127.977 jiwa tersebut tersebar di 14 kecamatan di Kabupaten Gunungkidul.

Sedangkan wilayah yang paling parah terdampak kekeringan ada di 4 kecamatan.

“Untuk Kecamatan Girisubo sendiri terdapat 8 desa dengan 21.718 jiwa, Kecamatan Paliyan terdapat 6 desa dengan 16.978 jiwa, Kecamatan Rongkop ada 8 Desa dengan 9.922 jiwa, Kecamatan Tepus ada 5 desa dengan 12.441 jiwa dan Kecamatan Panggang ada 6 desa dengan jumlah jiwa terdampak sebanyak 8.310 jiwa,” katanya, Rabu (10/7/2019).

Selama musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul BPBD telah mengeluarkan anggaran hampir Rp 90 juta.

“Jika dibandingkan dengan tahun lalu memang lebih kecil angkanya, tahun lalu berkisar Rp 600 jutaan,” ujarnya.

Melihat hal itu, Kodim 0730 Gunungkidul juga turut ambil bagian dalm membantu droping air bersih disejumlah wilayah kekeringan.

Komandan Kodim 0730 Gunungkidul, Letkol infantri Noppy Laksana Armiyanto mengatakan pihaknya telah membantu penyaliran droping air bersih.

Namun dropping air bukan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Gunungkidul. Pihaknya berkoordinasi dengan Balai Besar Serayu Opak untuk menemukan sumber air baru.

“Ternyata di Kabupaten Gunungkidul terdapat sumber air yang cukup besar kurang lebih ada 100 titik sumber air yang dimiliki. Oleh karena ini kami telah melakukan koordinasi dengan balai besar Serayu Opak untuk mencari solusi ini,” paparnya. (Bayu)

Related Post