Surat Pungutan Tak Resmi Beredar, GTT dan PTT Resah

733 views

Ilustrasi. Net


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Ribuan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) di Gunungkidul mulai resah. Pasalnya akan muncul edaran untuk membayar iuran sebesar Rp50 ribu untuk memperjuangkan nasib GTT dan PTT di pusat sehingga bisa diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN).

Para guru telah berpartisipasi membayar 50 ribu untuk memperjuangkan nasibnya. Hanya saja, sampai saat ini tidak ada transparansi penggunaan uang yang dikumpulkan dari semua GTT dan PTT

Penarikan uang tersebut surat dari Komite Nasional Perjuangan Revisi Undang-Undang Aparastur Sipil Negara (ASN). Lembaga yang beralamat di jalan Kenari 56, Umbulharjo yang notabene adalah kompleks kantor Pemerintah Kota Yogyakarta tersebut memberikan surat tertanggal 25 Desember 2016 lalu.

Bayu Prihartanto, salah satu GTT di SDN Wonosari IV mengatakan, dirinya memang diminta untuk membayar iuran tersebut. Namun ditolaknya karena dasar yang tidak jelas. Lebih parah lagi, ada intimidasi dengan mengancam bahwa namanya tidak akan masuk daftar apabila tidak mendaftarkan diri dan membayar iuran sebesar Rp50 ribu.”Saya tetap menolak, karena tidak ada transparansi penggunaan uang tersebut,” ungkapnya 

Bayu juga menjelaskan, seharusnya memperjuangkan nasib GTT dan PTT dilakukan secara bersama-sama. Namun dia justru curiga dengan langkah yang diambil komite tersebut.”Kalau terkumpul semua GTT dan PTT di Gunungkidul sekitar 2 ribuan, nah kalau semuanya membayar uang terkumpul kurang lebih Rp100 juta, untuk apa uang sebesar itu,” jelasnya.

Sementara itu, Guru lainnya Heri Santoso mengaku sudah membayar iuran tersebut. Menurut dia uang tersebut dibayarkan untuk transport perwakilan GTT dan PTT yang akan berangkat ke Jakarta.”Masih kita diskusikan dan akan kita tanya penggunaan uang tersebut sebenarnya untuk apa saja,” ucapnya. (Heri)

Related Post