Tanaman Kakau di Patuk Jadi Primadona

658 views


Gunungkidulpost.com – Patuk – Tanaman kakao yang berada di Kecamatan Patuk, Gunungkidul terus diupayakan menjadi salah satu tanaman unggulan. Salah satu upaya tersebut yakni dengan membuat pusat pembenihan kakao secara mandiri.

Kepala Dinas Kehutanan DIY Sutarto mengatakan, tanaman kakao di wilayah Yogyakarta mulai diperkenalkan sejak tahun 1987 melalui bantuan presiden (Banpres) dan bantuan lainnya. Saat itu, selain bantuan dalam bentuk bibit, masyarakat diberikan pendampingan dalam melakukan penamanan dan perawatan.

“Butuh waktu yang panjang guna memperkenalkan tanaman kakao kepada masyarakat dan petani,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (18/11/2016).

Dia menuturkan, akhirnya saat ini tanaman kakao mampu diterima oleh masyarakat. Menurutnya saat ini tanaman kakao di DIY
mencapai 4200 hektar yang berada di kabupaten Kulonprogo dan Gunungkidul.

“Di Gunungkidul saat ini baru sekitar 1300 hektar, namun sudah berperan dalam
meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, perkembangan tanaman kakau memang tidaklah mudah, adanya penyakit Vaskular Streak Dieback (VSD) tersebut menyebabkan kerusakan pada batang sehingga membuat produksi tidak maksimal. Di Patuk Gunungkidul hasil panen per batang asih dibawah rata-rata yakni 1 kg.

“Kita akan terus tingkatkan produksi kakau salah satunya melalui pusat pembenihan mandiri,” bebernya. (Bayu)

Related Post