Tari Dewi Sri, Kisahkan Berdirinya Kampung Terpencil, Sekarang Jadi Magnet Wisatawan

707 views
Sendra Tari Dewi Sri. (Foto: Bayu)

Sendra Tari Dewi Sri. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Patuk – Sendra Tari Dewi Sri yang menggambarkan awal mula berdirinya kampung terpencil di Desa Jelok, Patuk, tersebut mampu menjadi magnet tersendiri bagi ribuan wisatawan yang menikmati suasana keindahan wisata di tengah persawahan.

Salah seorang pendiri sanggar tari Dewi Sri, Aminudin Aziz mengatakan, pihaknya menggagas sanggar tersebut sejak empat tahun yang lalu. Dirinya mulai melibatkan kelompok anak usia sekolah dasar hingga SMA/SMK untuk dilatih sebagai penari sebagai penghibur wisatawan yang berkunjung di tempat tersebut.
“Sanggar ini kami dirikan sejak empat tahun lalu, dan semua anak usia SD hingga SMA/SMK dilibatkan,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Minggu (13/11/2016).
Dia menuturkan, dua kali dalam seminggu dilakukan latihan secara rutin. Hal itu sebagai wujud komitmen kami untuk selalu meningkatkan kreatifitas seni kepada anak-anak.
“Terus kami lalukan latihan untuk meningkatkan kreatifitas,” paparnya.
Menurut Aziz, bermodalkan semangat latihan yang tinggi, kini anak didiknya mampu menghibur para pengunjung yang hadir di kawasan wisata alam tersebut.
“Hampir setiap hari Minggu ataupun hari libur kesenian tari ini kami pentaskan guna menghibur pengunjung,” ungkapnya.
Sementara itu, GKR Pembayun yang merupakan putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwongo ke X saat ditemui Gunungkidulpost.com mengaku, sangat tertarik dengan pagelaran sendra tari yang digelar ditengah keramaian para wisatawan. Pihaknya berharap, seni budaya tarian terus dapat ditingkatkan dan dilestarikan untuk menambah daya tarik wisatawan yang berkunjung ke Gunungkidul.
“Dengan adanya tarian yang menggambarkan awal mula terbentuknya kampung terpencil ini merupakan salah satu daya tarik tersendiri dan harus terus ditingkatkan,” ucapnya. (Bayu)

desawistajelok gunungkidul patuk sendrataridewisri

Related Post