Tebing Ambrol, Dispar Turun Tangan

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pasca runtuhnya bukit Ngungap, Desa Kemadang, Tanjungsari, wisatawan tidak masuk. Hal itu ditandai dengan pemasangan rampu larangan masuk.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul, Hary Sukmono menyampaikan, pihaknya akan segera memasang rambu tambahan agar wisatawan tidak masuk ke bukit Pantai Ngungap.

“Untuk sementara kita pasang spanduk dulu, nanti akan kita pasang rambu permanen,” ucapnya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (29/5/2017).

DIjelaskannya, Pasca robohnya tebing pantai Sadranan tahun 2015 lalu yang menewaskan 4 orang wisatawan dan melukai belasan lainnya, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan ahli geologi, dan menyebutkan jika kawasan pantai selatan merupakan batuan terumbu karang batuan lunak dan mudah larut jika terkena ombak.

Hal inilah yang memicu sering kali terjadi longsoran di tebing karst pantai Selatan.

“Saat peristiwa sadranan kemarin kita sudah melakukan diskusi dengan ahli geologi yang menyebutkan zona selatan kawasan karst pantai memiliki potensi runtuh,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, pihaknya sudah memasang puluhan rambu peringatan agar wisatawan tidak berteduh dibawah tebing. Namun demikian, pihaknya memastikan kawasan pantai selatan aman dikunjungi wisatawan, dan tidak perlu khawatir, asal mematuhi rambu yang ada.

“Tahun lalu kita memasang 50 an titik dan kita akan berkoordinasi dengan BPBD untuk memasang rambu tambahan,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post