Tegalmulyo Raih Gelar Perpusdes Terbaik Tingkat Nasional

44 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Perpustakaan desa (perpusdes) di RT 03/RW 05, Dusun Tegalmulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari meraih gelar perpusdes terbaik tingkat nasional pada Kamis (5/7/2018) kemarin.

Perpudes dibentuk dengan memanfaakan gardu pintar Dusun Tegalmulyo. Gardu pintar tersebut berhasil mendapat dua penghargaan, yaitu laporan Impact video dengan hadiah 4 juta rupiah dan Perpusdes terbaik dengan hadiah 6 juta rupiah. Namun demikian, uang tersebut tidak langsung cair, tapi dusun harus membuat proposal kegiatan senilai hadiah yang diberikan.

“Penghargaan telah diberikan dalam acara Peer Learning Meeting perpus seru se-Indonesia yang digelar di salah satu hotel di Yogyakarta,” kata Ketua RT 03 Dusun Tegalmulyo, Bambang Sutrisna, Minggu (8/7).

Untuk laporan Impact video, gardu pintar Dusun Tegalmulyo mengangkat kegiatan membatik berjudul membatik asa Digardu Pintar dengan melibatkan ibu-ibu sekitar Dusun Tegalmulyo.

Ditanya ihwal indikator kemenangan gardu pintar itu, Bambang mengaku tak tahu menahu. Menurutnya dari pihak panitia tidak menjelaskan kriteria untuk meriah kemenangan.

“Kami justru tidak tahu indikator kemenangan apa, tahu-tahu kami diumumkan menang. Mungkin karena dampak positif yang ditimbulkan,” ujarnya.

Bambang mengatakan, partisipasi seluruh warganya untuk mengembangkan gardu pintar adalah salah satu alasan gardu tersebut mendapatkan penghargaan. Warga sekitar telah menghidupkan gardu itu mulai dari pembangunan, pembayaran listrik, dan menjaga kemanan dengan swadaya masyarakat.

“Awal mula gardu pintar itu berdiri lantaran melihat penyalahgunaan gardu untuk kegiatan negatif seperti judi dan ajang mabuk. Oleh karena itu kami bersama warga sekitar berinisiatif mengubah citra tersebut hingga akhirnya menjadi perpusdes seperti sekarang,”jelasnya.

Adapun di gardu pintar yang telah difungsikan sebagai perpusdes sejak delapan tahun lalu itu selain menyediakan buku juga tersedia akses Internet.

Untuk jumlah buku, ada sekitar 500 buku yang didapat dari sumbangan masyarakat dan dinas terkait. Namun banyaknya buku tidak diimbangi dengan jumlah rak buku yang ada. Sebab di gardu tersebut hanya ada satu lemari penyimpanan buku. Sementara untuk buku yang tidak muat di lemari disimpan dalam ruangan khusus.

Terpisah, Kades Kepek Bambang Setiawan mengatakan, adanya gardu pintar di wilayahnya adalah upaya pemerintah desa untuk meningkatkan minat baca masyarakat. Dengan menyulap gardu atau bisa disebut poskamling merupakan inovasi yang lebih mendekatkan ke masyarakat.

“Awalnya ini Ide gila, tapi lambat laun masyarakat mulai mendekat dan menjadi sesuatu yang menarik,” kata Bambang. (Santi)

Related Post