Telan Dana Besar, Pasar Trowono Diresmikan

image

Bupati Gunungkidul Saat Meresmikan Pasar Tradisional Trowono. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Paliyan – Usainya pembangunan Pasar Tradisional Trowono, Paliyan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan pasar seluas 5.805 meter, Rabu,(10/5/2017).

Dalam peresmian tersebut dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, Badingah, pejabat Pemkab, dan segenap anggota Muspika Kecamatan Paliyan, beserta tamu undangan lainnya.

Hal itu disambut dengan suka cita oleh masyarakat sekitar dan juga para pedagang yang ada di pasar.

“Pasar tradisional Trowono yang semula terlihat kotor dan kumuh kini telah di sulap menjadi pasar yang berstandar nasional dengan tampilan lebih tertata dan fasilitas yang cukup seperti toilet, mushola, lahan parkir, tempat sampah,” kata Bupati Gunungkidul Badingah kepada Gunungkidulpost.com disela acara.

Menurutnya, dengan jumlah los 11 unit dan kios 31 unit, pasar ini telah menampung sebanyak 585 pedagang yang terdiri dari 462 pedagang tetap dan 123 pedagang kaki lima.

Badingah menyampaikan, bahwa pasar tersebut dibangun dengan dua sumber dana yaitu dari kementrian perdagangan sebesar Rp 5,8 miliar dan dari APBD Gunungkidul sebesar Rp 200 juta. Hal ini diharapkan akan menjadi sektor ekonomi yang kuat bagi masyarakat Paliyan dan sekitarnya.

“Pasar tradisional adalah urat nadi perekonomian masyarakat, sehingga oleh pemerintah di ujudkan dengan program-program untuk membangun dan merevitalisasi infra struktur dan fasilitas pendukung pasar tradisional menjadi pasar yang baik, nyaman,representatif untuk kegiatan perekonomian,” ucap Badingah.

Dikatakanya bahwa, Pemerintah Kabupaten telah memperhatikan kondisi pasar dan para pedagang, diharapkan semua dapat bersaing dengan pasar modern yang ada.

“Saya berharap pasar tradisional ini mampu menampung hasil kebun, pertanian dan apapun yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar, sehingga akan benar- benar bisa mengangkat roda perekonomian masyarakat Paliyan dan sekitarnya tentunya,” tuturnya.

Yang tidak kalah penting adalah bagaimana para pedagang dan masyarakat bisa menjaga pasar layaknya rumah sendiri, sehingga mau untuk selalu menjaga kebersihannya dan juga menjaga fasilitas yang ada.

“Untuk itu harapan kami kebersihan pasar terus dijaga jangan sampai di cap sebagai pasar yang kumuh,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post