Tenang, Pasokan Gas Melon Masih Aman

image

Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Gunungkidul.(Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari –  Menjelang bulan Ramadhan identik dengan kenaikan harga kebutuhan pokok, bahkan langkanya gas elpiji sering kali terjadi di tengah-tangah masyarakat.

Namun hingga saat ini, harga kebutuhan pokok dan stock gas elpiji tersebut masih terpantau aman.

Manager Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) Gunungkidul, Kristiyanto menyampaikan bahwa stock gas elpiji 3 kg sampai menjelang Ramadhan masih aman.

“Disini kita adalah sebagai penyuplay dan penyaluran saja dengan jumlah kuota yang telah ditentukan oleh pertamina,” katanya kepada Gunungkidulpost, Senin,(15/5/2017).

Jumlah kuota untuk wilayah Gunungkidul setiap harinya kurang lebih 11 sampai 12 ribu tabung.
SPPBE yang ada di Gunungkidul ini mempunyai tangki timbun gas elpiji    dengan daya muat 50 ton dengan penyaluran 30 sampai 35 ton per hari.

“Untuk mengantisipasi bulan puasa dan lebaran kami telah berkerjasama dengan Dinas Peribdustrian dan Perdagangan (Disperindag) agar semuanya lancar,” ucapnya.

Untuk SPPBE wilayah Gunungkidul ini mengantisipasi dengan menyiapkan armada yang prima dan juga sarana parasarana untuk pengisian termasuk shortir tabung semuanya harus prima.

“Sehari saja kita terlambat menyuplay, otomatis akan membuat stock di agen juga menjadi berkurang, jadi sebagaimana mungkin kita suplay setiap hari agar tidak terjadi kelanggkaan gas,” tuturnya.

Lebih lanjut, Kristiyanto menjelaskan bahwa pihaknya tidak pernah yang namanya menampung gas elpiji, karena sudah ada kuota harian dan daya timbun tangki juga hanya 50 ton, dan itu setiap hari harus di salurkan ke agen.

“Saya kira kurang tepatnya sasaran dilapangan sehingga sering membuat gas elpiji 3 kg langka, banyak pengusaha dan orang -orang dengan kelas ekonomi menengah keatas menggunakan gas elpiji 3kg, sehingga mengurangi jatah untuk warga dengan ekonomi kelas bawah,” bebernya.

Padalah jika sasaran benar-benar tepat, dengan jumlah kuota perhari sebanyak itu, kemungkinan gas melon tidak akan langka. Untuk itu pihak pertamina menghimbau agar masyarakat dengan ekonomi kelas atas agar tidak menggunakan gas melon, karena sudah ditulis bahwa gas 3kg ini hanya untuk keluarga dengan ekonomi kelas bawah dan pengusaha mikro.

“Kami jamin tidak terjadi kelangkaan gas melon jelang Ramadhan hingga setelah lebaran nanti,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post