Terbentur Anggaran, UMKM Di Gunungkidul Terancam Gulung Tikar

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Perkembagan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Gunungkidul masih tersendat lantaran terbentur oleh anggaran.

Sehingga produk UMKM belum mampu memperluas pasar.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Hidayat mengatakan, jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) di wilayahnya ada 21 ribu. Sementara pelaku dari Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) berjumlah 38 ribu. Dari jumlah tersebut sedikit yang dapat berkembang. Pasalnya mereka kalah bersaing dengan industri skala besar.

“Kami belum bisa memberikan suport lebih karena terbentur anggaran,” ungkapnya, Rabu (19/7/2017).

Menurut Hidayat, yang kerap dihadapi adalah kesulitan mereka dalam menembus pasar yang lebih luas. Banyak diantaranya yang produknya ditolak oleh sejumlah toko modern.

“Kasus ada beragam yang dialami oleh pelaku usaha, salah satunya yakni  penolakan produk jajanan oleh-oleh di toko modern,” bebernya.

Sementara itu, salah satu anggota Asosiasi Pengolahan Makanan Olahan (ASPEMAKO), binaan Dinas Perindustrian (Disperindag) Gunungkidul, Santi Yumaroh mengaku kesulitan dalam memasarkan produknya. Terlebih selama ini dirinya kesulitan untuk memasarkan produknya di sejumlah toko modern.

“Kami telah memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), namun sejumlah toko modern masih banyak yang menolak. Tidak tidak tahu pasti alasannya,” tandasnya.

Sejak beberapa tahun terakhir dia menjalankan usaha makanan ringan seperti kripik pisang dan singkong, baru ada empat toko modern yang mau memasarkan produknya.

“Sulitnya menembus pasar modern, padahal kami telah berani bersaing dan memiliki setandar perizinan yang diakui oleh pemerintah,”pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post