Terdampak Longsor, Warga Menolak Direlokasi

457 views
image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com – Ngawen –  Sebanyak 86 orang meliputi 27 kepala keluarga terdampak bukit longsor di Dusun Jentir Desa Sambirejo Kecamatan Ngawen, menolak untuk direlokasi.

Puluhan warga yang mengungsi di balai dusun setempat dan beberapa rumah warga, berharap agar bongkahan batu yang selama ini masih bertengger di puncak bukit, untuk dilongsorkan.

Beberapa hari ini kami mengungsi karena melihat ada bahaya, bongkahan batu di atas bukit sewaktu-waktu bisa longsor dan beresiko menimpa rumah warga. Sehingga bongkahan batu itu perlu dilongsorkan sekalian.

“Kami atas nama warga tidak mau direlokasi atau dipindahkan ke tempat lain. Setelah itu nanti dilakukan, kami akan kembali ke rumah masing-masing dan hidup kembali dengan tenang,” ungkap Mitro Pawiro mantan Dukuh Jentir, Kamis (9/3/2017).

Kunjungan Komisi A DPRD dipimpin wakil ketua, Sukarman didampingi petugas BPBD DIY. Dalam kesempatan ini, selain melihat dari dekat tentang kondisi bukit pasca longsor, juga melakukan dialog dengan warga  terdampak longsor yang kini mengungsi.

Kades Sambirejo Yuliasih Dwi Martini juga mengaku, puluhan warga harus mengungsi karena takut bongkahan batu di atas bukit, punya potensi longsor. “ Apalagi sekarang ini curah hujan masih tinggi. Kalau siang hari sebagian warga aktivitas seperti biasanya, tetapi kalau malam, apalagi hujan, tidur di balai dusun seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Camat Ngawen Supadmo menjelaskan bahwa bongkahan batu diatas bukit, sangat membahayakan. “Berdasarkan rapat di kabupaten hal ini juga dibahas dan menjadi prioritas untuk dilongsorkan sekalian. Hanya saja, masih menunggu waktu, sebab pihak desa masih ada beberapa ritual sebagai bentuk kearifan lokal. Jika semuanya sudah siap, langkah melongsorkan bongkahan batu yang masih di atas bukit akan dilakukan,” tuturnya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post