Terdapat 288 Spamdus, Tak Semuanya Berjalan Lancar

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Ratusan Sistem Penyediaan Air Minum Dusun (Spamdus) di Gunungkidul tidak semua berjalan dengan lancar. Padahal, sarana tersebut sangat dibutuhkan bagi masyarakat Gunungkidul untuk mengatasi krisis air di musim kemarau.

Data dari Pengelola Air Minum Masyarakat (Pamaskarta) Gunungkidul hingga sekarang terdapat 288 spamdus. Namun, dari jumlah tersebut tidak semuanya beroperasi karena ada sepuluh spamdus yang kondisinya mati suri.

Ketua Pamaskarta Gunungkidul Damanhuri mengatakan, 10 spamdus yang tidak beroperasi ini berada di sejumlah kecamatan seperti Girisubo, Tanjungsari dan Purwosari. Ada beberapa penyebab yang membuat spamdus tidak berfungsi dengan sempurna, salah satunya dikarenakan medan yang sulit sehingga pengangkatan mata air tidak berjalan dengan optimal.

“Selain itu masih ada juga masalah menyangkut dengan kepengurusan hingga keberadaan sumber daya manusia yang belum bisa memanfaatkan teknologi yang dimiliki,” katanya, Kamis (31/8/2017).

Dia mencontohkan, salah satu Spamdus yang mati berada di Desa Giricahyo, Purwosari. Damanhuri tidak menampik di wilayah ini terdapat sumber mata air yang terdapat di sebuah luweng.

Dari sisi potensi, keberadaan sumber juga sudah dimanfaatkan dengan mengangkat air menggunakan tenaga surya. Namun demikian, sambung dia, teknologi ini belum sepenuhnya dikuasai oleh pengelola sehingga keberadaannya belum dapat dimaksimalkan dengan sempurna.

“Kami sudah coba memberikan pendampingan. Tapi masalah lain muncul, lokasi yang sulit masuk ke luweng harus turun sejauh 40 meter membuat upaya pengelolaan ulang belum membuahkan hasil,” ujarnya.

Meski ada sejumlah Spamdus yang mati suri, namun Damanhuri mengaku hal tersebut bukan masalah, lantaran mayoritas spamdus yang ada beroperasi dengan normal.

“Dari 288 spamdus yang terdata, yang mati hanya sepuluh. Jadi kondisi itu masih dikategorikan bagus,” ungkap dia.

Menurut Damanhuri, keberadaan spamdus memberikan banyak manfaat bagi masyarakat untuk mengatasi masalah air saat musim kemarau. Terlebih lagi, lanjut dia, cakupan pelayanan PDAM yang belum menjangkau seluruh wilayah, maka spamdus menjadi salah satu alternatif mengatasi masyarakat krisis air disaat musim kemarau tiba .

“Kalau dilihat dari sisi potensi, kita [Gunungkidul] memiliki potensi yang besar, tapi belum dimanfaatkan dengan baik. Untuk itu, keberadaan spamdus sangat bermanfaat dalam pemenuhan air bersih kepada masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Pembina Spamdus Umbul Tirto, Dusun Banaran, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Eko Rustanto mengatakan, krisis air bersih di wilayah Ngawen sudah semakin kecil. Hal ini tidak lepas dari keberadaan spamdus yang tersebar hampir merata di seluruh desa.

“Sudah ada 50 spamdus. Sedang sisanya 16 dusun belum punya instalasi sendiri,” katanya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post