Ternyata Ini Alasan Warga Girisubo Gelar Tradisi Sedekah Laut

108 views

Gunungkidulpost.com – Girisubo – Ratusan masyarakat dan nelayan di Kecamatan Girisubo berjubel mengikuti tradisi sedekah laut Pantai Sadeng, Selasa, (17/9/2019).

Sedekah laut atau labuhan, ada juga yang menyebut larung sesaji ini rutin diselenggarakan setiap tahun oleh masyarakat Pantai Sadeng dan sekitar.

Namun demikian, tahun ini memang sedilit berbeda dengan tahun-tahun lalu, untuk para wanita yang mengikuti larungan sesaji dilarang sampai ketengah laut lantaran ombak kawasan pantai selatan sedang mengalami kenaikan.

Camat Girisubo Agus Riyanto menuturkan, sedekah laut pantai Sadeng sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat pantai Sadeng termasuk nelayan dan petani atas limpahan hasil pertanian dan hasil perikanan laut.

“Pantai sadeng selama ini sudah menjadi sumber penghidupan bagi nelayan dan masyarakat setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan Provinsi Daerah Istimwewa Yogyakarta (DIY) Bayu Mukti Sasongko mengungkapkan, potensi pelabuhan pantai Sadeng sangat besar.

“Dapat kita lihat bahwa produksi ikan disetiap tahunnya mencapai 4000 ton,” ucapnya.

Bayu mengatakan, laut tidak pernah kehabisan stok ikan sehingga warga yang sebagian besar bekerja sebagai nelayan bisa memperoleh uang untuk membiayai keluarga.

Acara Sedekah Laut Pantai Sadeng dimulai dengan persiapan sesaji, sementara ratusan warga yang datang sudah menunggu di atas kapal untuk ikut ke tengah laut melarung seluruh sesaji yang sudah didoakan.

Selesai doa, seluruh ubo rampe kemudian dibawa menggunakan kapal ke tengah laut. Kapal pembawa ubo rampe ini kemudian diikuti oleh ratusan warga yang menaiki puluhan kapal.

Setelah sampai di tengah laut, satu persatu uba rampe yang sudah didoakan langsung di larung ke tengah laut. Seluruh kapal baik yang mengangkut ubo rampe maupun warga kemudian kembali ke darat. (Santi)

Related Post