Ternyata Ini Penyebab Suhu Dingin Di Gunungkidul

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisikan Yogyakarta menyebutkan fenomena munculnya suhu dingin yang mulai dirasakan di Gunungkidul dan sekitarnya pada malam hari belakangan ini merupakan pengaruh bawaan dari suhu dingin di Australia.

“Selain disebabkan musim kemarau, juga pengaruh angin yang berasal dari Benua Australia,” kata Staf Data dan Informasi Stasiun BMKG Yogyakarta, Indah Retno Wulan saat dihubungi Gunungkidulpost.com, Sabtu (8/7/2017).

Berdasarkan data BMKG Yogyakarta, pada malam hari suhu udara di  mencapai terendah 21 derajat Celsius atau menurun dari suhu udara normal biasanya di kisaran 23 s.d. 24 derajat Celsius, sedangkan pada siang hari suhu udara di Yogyakarta mencapai 30 s.d. 32 derajat Celsius.

“Selama musim kemarau ini suhu udara di Yogyakarta pada malam dan pagi hari memang dingin,” bebernya.

Indah mengatakan bahwa pola angin di Yogyakarta selama musim kemarau ini berasal dari Monsoon Australia yang sifatnya dingin dan kering. Selain itu, di Australia saat ini memang sedang memasuki musim dingin.

“Jadi, saat ini angin yang berasal dari benua itu memang mempunyai sifat dingin,” jelasnya.

Suhu udara diperkirakan akan makin menurun pada malam hari saat puncak musim kemarau atau memasuki masa pancaroba.

“Puncak musim kemarau terjadi pada Bulan ini hingga Agustus mendatang,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post