Tertangkap Basah “Icik” Diruang Guru, Oknum Guru Dan Kepala Sekolah Digrebek Warga

507 views

Gunungkidulpost.com – Semin – Dunia Pendidikan di Kabupaten Gunungkidul kembali tercoreng lantaran ulah tenaga pendidik yang tertangkap basah sedang melakukan perbuatan asusila.

Ironisnya, perbuatan itu dilakukan di sebuah sekolah yang ada di Kecamatan Semin. Tempat yang sedianya untuk menimba ilmu bagi para peserta didik malah digunakan untuk meluapkan percintaanya antara oknum kepala sekolah dan guru.

Terungkapnya peristiwa itu ketika para pemuda dusun Prebutan, Desa Kemejing, Kecamatan Semin pada malam hari Kamis pukul 19.00 berkumpul di sebuah sekolah di dusunnya untuk beramai-ramai mengakses internet di sekolah tersebut.

Mereka curiga ada dua motor yang terparkir dilingkungan sekolah saat malam hari. Kecurigaan memuncak saat para pemuda mendengar suara perempuan didalam ruangan.

Saat diketahui ternyata ada dua orang berlawanan jenis yang sedang asyik disebuah ruangan guru.

Kepala Dusun Prebutan, Nugroho mengatakan, atas peristiwa itu warga meminta kedua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan telah melakukan tindakan asusila ini untuk diberhentikan secara tidak hormat.

“Para pemuda curiga kok ada dua sepeda motor masih terparkir di lingkungan sekolah hingga malam hari. Lalu terdengar suara perempuan, lantas para pemuda ini mencari tahu sebenarnya siapa yang malam-malam masih berada di sekolah,” kata Nugroho, Senin (9/9/2019).

Menurut dia, Pemuda mencoba mengintip pada sebuah celah. Lalu tiba-tiba lampu dimatikan oleh seseorang yang berada di dalam.

“Mungkin karena terlalu gaduh di luar DRN dan DN mematikan lampu. Lalu mereka menelpon saya bahwa DRN dan DN ternyata sedang melakukan perbuatan asusila dan saya dikirimi bukti oleh mereka. Tidak lama berselang saya langsung ke tempat kejadian,” jelasnya.

Keduanya sempat mengelak saat dimintai keterangan oleh Nugroho selaku kepala daerah.

“Alasan pertama mereka curhat karena adanya permasalahan pada keluarga, lalu alasan kedua DN sedang dalam kesulitan ekonomi dan meminta bantuan kepada DRN. Tetapi alasan tersebut tidak logis, karena masa sudah berjubel lalu saya telpon pihak kepolisian untuk mengamankan kedua pasangan itu,” ujarnya.

Lalu pada hari Senin, (9/9/2019) ini dirinya melayangkan surat keberatan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul.

“Saya sebagai perwakilan orangtua murid karena anak saya juga sekolah di sekolah tersebut dan perwakilan masyarakat menuntut agar DRN diberhentikan atau minimal dipindah,” tandasnya. (Bayu)

Related Post