Tertipu Belasan Gram Emas, Janda Desa Gagal Nikah

image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Pupus sudah harapan Ngatiyem (43), warga Sumuran, Rt 002/003, Kemadang, Tanjungsari untuk menikah dengan kekasih barunya Wardi laki- laki asal Kecamatan Panggang.

Pasalnya, janda dua anak ini bukannya dinikahi oleh Wardi, tapi justru tertipu emas belasan gram dan sejumlah uang tunai.

Surisdiyanto, anggota SAR dari Pantai Baron menjelaskan bahwa kronologi berawal saat Ngatiyem dan Wardi janjian untuk ketemuan di salah satu Hotel yang ada di Yogykarta pada Jumat, ( 14/7/2017).

“Sejak malam Jumat Korban sudah intensif komunikasi lewat handphone bersama kekasihnya, hingga akhirnya paginya mereka bertemu dan menuju ke sebuah hotel dengan membawa anaknya yang masih kelas 2 SD,” jelas Surisdiyanto.

Tidak ada yang mencurigakan pada diri Wardi. Bahkan korban mengaku hari Sabtunya masih diajak jalan- jalan bersama anaknya setelah itu kembali ke Hotel untuk menginap. Setelah seharian jalan-jalan, malam Minggu korban diminta oleh Wardi untuk menyerahkan seluruh perhiasan yang di pakainya dan sejumlah uang beserta hp milik korban, dengan dalih untuk berangkat kerja di Bali besok. Ngatiyem di janjikan akan dinikahi dan ikut dibawa ke Bali.

Korban mengaku, setelah barang miliknya diminta yaitu emas seberat 15 gram, uang 300 ribu dan satu HP, Wardi langsung pamitan untuk pulang ke Gunungkidul sebentar, dan paginya akan segera kembali menjemput Ngatiyem untuk di ajak nikah.

“Saat itu korban bersama anaknya di tinggal di hotel, namun sampai hari Senin, Wardi tidak kunjung datang untuk menjemput hingga akhirnya korban menyusul pulang ke Gunungkidul untuk mencari Wardi,” terang Surisdiyanto.

Semua tidak sesuai harapan, Wardi yang dicari menghilang entah kemana, teman dan saudara juga tidak tau dimana keberadaan Wardi.

Dengan perasaan sedih Korban kembali kerumah dan menceritakan kejadian ini kepada keluarganya dirumah. Namun pihak keluarga justru menyalahkan korban yang dengan mudah bisa tertipu.

“Hari Selasa, meski tidak yakin, korban kembali ke Jogjakarta untuk mencari Wardi, dengan harapan Wardi juga mencari ngatiyem disana,”  jelas Surisdiyanto.

Dengan anaknya, Ngatiyem bolak balik mencari Wardi hingga rela tidur di terminal karena kehabisan uang.  Akhirnya dengan perasaan yang tidak karuan Ngatiyem memutusan untuk kembali mencari Wardi di sekitar Pantai Parangtritis dekat mereka menginap saat itu.

“Terlihat dalam keadaan panik, petugas SAR Paris mencoba mengajak korban bercerita sampai akhirnya mereka mengarahkan untuk melaporkan ke Polsek,” tutur Surisdiyanto.

Rabu, (19/7/2017) Ngatiyem melaporkan kejadian itu ke Polsek Kretek, Bantul. Sedangkan SAR Paris segera menghubungi SAR Pantai Baron untuk melaporkan bahwa ada warga Gunungkidul berada di Paris yang tidak bisa pulang karena kehabisan uang.

“Saat itu juga kita langsung menuju Polsek Kretek untuk menjemput korban bersama anaknya,” terang Surisdiyanto.

Kini kasus ini masih dalam penanganan Polsek Kretek, sementara korban sudah di jemput dan di kembalikan ke pihak keluarga.

“Karena kasus ini, anak korban sudah tiga hari terpaksa tidak masuk sekolah,” pungkas Surisdiyanto. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post