Terungkap….Mengapa “SEMPULUR” Dijadikan Tema Hari Jadi Gunungkidul

217 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Wilayah Kabupaten Gunungkidul Provinsi DIY mulai memasuki usia ke-188. Bertambahnya usia ini, banyak yang diharapkan guna meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

Prosesi puncak perayaan malam tirakatan yang digelar Jumat (26/5/2019) malam di Pendopo Sewoko Projo ini dihadiri oleh Bupati Gunungkidul, wakil Bupati Immawan Wahyudi, Ketua DPRD Gunungkidul, pejabat, beserta tamu undangan lainnya.

Dalam acara tersebut Bupati Gunungkidul memotong tumpeng sebagai tanda punca peringatan hari jadi Kabupaten Gunungkidul telah tercapai.

Memasuki usia hampir dua abad tersebut Pemerintah Kabupaten Gunungkidul akan terus menjalankan roda pemerintahan sesuai dengan visi misi yang ada.

“Puji syukur kita panjatkan kehadirat Alloh Subhanahu Wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Pemurah, sehingga kita dapat menghadiri dan menggelar malam tirakatan Hari Jadi Gunungkidul ini,” ucap Badingah saat bidato dihadapan ratusan tamu undangan.

Menurut dia, Malam Tirakatan Hari Jadi ke-188 Kabupaten Gunungkidul Tahun 2019 dalam suasana penuh kebersamaan.

Badingah mengajak, malam tirakatan ini dijadikan sebagai sebuah momentum perenungan spiritual, didasari niat yang ikhlas untuk selalu mawas diri atas apa yang telah kita lakukan dan kerjakan bagi Kabupaten Gunungkidul.

“Malam ini bersama-sama kita mengenang kembali jasa-jasa leluhur dan pendahulu kita, yang telah berjuang dan berkorban untuk mendirikan dan membangun Kabupaten Gunungkidul hingga saat ini memasuki usia 188 tahun,” paparnya.

Menurut Badingah, Peringatan Hari Jadi ke-188 Kabupaten Gunungkidul Tahun 2019 dilaksanakan berlandaskan sebuah tema “SEMPULUR yang artinya adalah ngremboko dan lestari dengan harapan pembangunan di Kabupaten Gunungkidul untuk kesejahteraan masyarakat dan hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat dan terus lestari.

“Artinya bahwa dengan segala potensi yang kita miliki dinikmati dan selalu disyukuri,” ungkap Badingah.

Dia berharap setiap komponen masyarakat Gunungkidul menyadari betul, betapa besar pengaruh positifnya dari beragam kearifan lokal masyarakat Gunungkidul dalam proses pembangunan.

“Maka dari itu, saya mohon agar warga Gunungkidul tetap setia memlestarikan dan justru mengembangkan sikap hidup yang mengedepankan semangat kegotong-royongan, kekeluargaan, dan kemandirian,” imbuhnya.

Disinggung PR yang mendasar, Badingah membuka permasalahan utama yang harus ditangani Kabupaten Gunungkidul adalah masih terdapatnya 17,12 % dari jumlah KK yang berada dalam kategori KK Miskin di tahun 2018.

“Kondisi tersebut menurun 1.53% dari tahun sebelumnya,” katanya.

Oleh sebab itu, pada momentum Tirakatan menyongsong Hari Jadi Ke-188 Kabupaten Gunungkidul ini, ia berharap seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya meningkatkan kinerjanya, baik dalam hal pemerintahan, pembangunan, maupun pelayanan kepada masyarakat.

“Sangat sata apresiasi kepada keluarga besar Universitas Negeri Yogyakarta atas komitmennya membuka akses pendidikan bagi masyarakat Gunungkidul melalui penyelenggaraan Pendidikan Di luar Domisili Universitas Negeri Yogyakarta di Kabupaten Gunungkidul. Mudah-mudahan dapat lebih berguna dan memajukan pendidikan,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post