Timba llmu Dengan Turis Asing, Desa Ini Kembangkan Agrobisnis

image

Petani Mulai Mengembangkan Agrobisnis. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Ngawen – Manfaatkan lahan yang ada untuk hasil yang lebih maksimal, Desa Kampung Kecamatan Ngawen kembangkan Agrobisnis yang kini menjadi salah satu progam unggulan di desa Kampung.

Di sampaikan oleh Suparna, Kades Kampung bahwa pengembangan agrobisnis ini sudah di mulai sejak 2016 yang lalu, dan kini dimantapkan dengan terbentuknya suatu wadah yaitu Koprasi Tani Desa Ngawen yang di telah di bentuk sejak Maret 2017 yang lalu.

Semua berawal dari perkenalan Suparna dengan salah seorang dari Korea bernama Kim Kimyung, sampai akhirnya Kim datang ke Ngawen bersama Hasayong, salah seorang ahli pertanian dari Korea juga.

“Saya kepingin sekali belajar pertanian dengan sistim yang diterapkan orang Korea, sehingga bisa panen di setiap saat tanpa terkendala masalah musim,” jelas Suparna.

Akhirnya dengan kemampuan bertani mereka, WNA asal korea itu mengajari masyarakat bagaimana menciptakan green house dan juga memfariasikan jenis tanaman sehingga tidak monoton itu-itu saja.  

“Di sini, kita bisa belajar menanam bermacam-macam tanaman, cara perawatan hingga memanen bahkan cara pemasarannya,”paparnya.

Dengan dibentuknya Koprasi Tani, Suparna berharap akan ada wadah yang nantinya dapat menyediakan semua kebutuhan para petani sehingga tidak perlu belanja diluar. Belanja di Koprasi sendiri tentu akan lebih menguntungkan. 

“Saat ini koprasi baru beranggotakan 54 orang dari Desa Kampung, tidak menutup kemungkinan akan selalu bertambah anggota sehingga koprasi terus maju dan berkembang,” tuturnya.

Lebih lanjut Suparna menjelaskan, Koprasi yang bergerak dibidang serba usaha ini, yang nantinya akan  menampung dan memasarkan hasil produk pertanian dari masyarakat, sehingga akan semakin memberi kemuadahan.

“Rencananya kita akan bermitra dengan bulog, sehingga tidak akan ada permainan timbangan maupun harga hasil produk pertanian,” jelasnya.

Ada beberapa tanaman yang sudah mulai di tanam oleh masyarakat yaitu terong, tomat, cabai, selada, sawi dan wortel. Untuk sementara semua hasil panen dipasarkan melalui media sosial.

“Karena sistim tanam kita yang sehat, produk kita sangat diminati para kalangan menengah bahkan menengah keatas, banyak diantara mereka yang berkunjung kesini untuk memetik langsung hasil pertanian kita,” imbuhnya.

Yang lebih menarik, dan bagi masyarakat Kampung ini merupakan pengalaman pertama, dimana mereka diajari bagaimana crossing, penyilangan bibit tanaman dengan cara membantu penyerbukan tanaman untuk me dapatkan bibit yang lebih unggul tentunya.

“Saya berharap dengan ini, akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kampung, dan menambah semangat serta meningkatkan daya kreatifitas para petani kita,” punkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post