Tingkatkan Produktivitas, Kementerian Pertanian Bagi-bagi Bibit Lombok

401 views

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tingginya harga cabai membuat Kementerian Pertanian merespon hal tersebut. Pihaknya mulai melakukan gerakan menanam cabai untuk menekan import cabai rawit.

Inspektur Jendral Kementerian Pertanian, Justan Riduan Siahaan mengatakan, harga cabai rawit yang tinggi pihkanya tidak akan melakukan import cabai demi menekan harga di pasar supaya turun. Pasalnya produksi cabai nasional dianggap sudah mencukupi.

“Kami tidak akan import cabai rawit,” kata dia, dan ini salah satu kegiatan yang kami lakukan agar produktivitas cabai menjadi stabil,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (9/2/2017).

Dia mengakui bahwa dahulu memang masih sering import cabai jenis merah kriting lantaran masih kekurangan produksi. Namun sekarang produksi cabai dianggap sudah mencukupi. Menurutnya saat ini, minimal setiap daerah atau provinsi ada 10.000 hektare tanaman cabai. Sedangkan kebutuhan cabai nasional sekitar 120.000 hektare, sehingga menurut dia sudah sangat mencukupi.

“Berpikir positif saja, naiknya harga cabai biar petani bergembira. Kan senang to petani kalau harga cabai naik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Gunungkiudul, Bambang Wisnu Broto, mengatakan,  pihaknya akan mendorong Kelompok Kawasan Pangan Lestari dan Kelompok Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Sehingga dapat menginisiasi masyarakat lainya untuk menanam cabai.

“Kami akan terus mendorong kelompok kawasan pangan untuk menanam cabai. Karena hal ini merupakan salah satu bentuk untuk meningkatkan produktivitas cabai di Gunungkidul,” bebernya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post