Tradisi Awu-awu Masih Dipercaya Oleh Petani Gunungkidul

26 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Menjelang musim penghujan, tradisi awu-awu masih dilestarikan oleh masyarakat di Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan menyebarkan benih ke ladang ini dipercaya untuk meningkatkan hasil pertanian selain itu juga mampu menghemat biaya.

“Kegiatan tersebut menjadi bagian tradisi oleh petani, meski hujan pertama diprediksi akan turun pada awal november esok akan tetapi petani yakin dengan awu-awu akan meningkatkan hasil pertanian,” kata Yatno petani asal Playen saat ditemui Gunungkidulpost.com, Selasa (10/10/2018).

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Gunungkidul, Raharjo mengatakan pihaknya telah mendapatkan informasi perihal mundurnya musim hujan pada tahun ini.

Ia mengatakan pada musim hujan yang akan turun pada Bulan November esok diawali di bagian utara Gunungkidul seperti di daerah Ngawen, Gedangsari, Patuk, Semin, Wonosari bagian utara, Semanu bagian utara, Ponjong Bagian Utara.

“Kemudian disusul Gunungkidul selatan seperti Saptosari, Paliyan, Panggang, Tepus, Girisubo, Wonosari selatan, Playen,” katanya.

Ia mengatakan petani yang sudah melakukan persiapan adalah petani yang berada di bagian selatan yang telah mempersiapkan ladang mereka.

“Awu-awu itu sendiri adalah cara khas bercocok tanam di Gunungkidul yang telah dilakukan secara turun-temurun,” jelasnya.

Raharjo mengatakan cara awu-awu tidak pernah diajarkan di bangku perkuliahan, dengan cara ini petani dapat menghemat biaya dan tenaga, saat musim hujan datang tinggal menunggu benih tumbuh. (Bayu)

Related Post