Tren Kekerasan Remaja Gunungkidul Jadi Sorotan Utama

694 views
image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com – Semanu – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus terjadi.
Bahkan maraknya aksi di Gunungkidul tersebut didominasi oleh kelompok usia pelajar dan remaja.

Hal itu terbukti dengan semakin bertambahnya tahanan di Lapas Wonosari hingga terancam over load.

Melihat kondisi yang semakin memprihatinkan, Petugas Lapangan Keluarga Berencana Kecamatan Semanu, berkerjasama dengan Polsek Semanu mengadakan bimbingan dan penyuluhan (Bimluh) kepada puluhan  siswa siswi SMA/SMK dari beberapa sekolahan di Gunungkidul.

Acara yang bertemakan pentinganya menunda pernikahan sampai pada tahap usia yang matang digelar di balai Desa Semanu, Jumat,(5/05) kemarin.

Kapolsek Semanu AKP Sumaryo menyampaikan bahwa banyak kejadian akibat dari pernikahan dini lantaran belum matangnya pemikiran dan tingkat kedewasaan membuat anak  akhirnya gagal dalam berumah tangga.
Bahkan saat mengalami kesulitan ekonomi, banyak diantara mereka yang belum bisa mendapatkan solusi yang benar. Tidak sedikit diantara mereka yang melakukan kekerasan hingga berakibat merugikan orang lain.

“Dari catatan UPPA Sat Reskrim Polres Gunungkidul, bulan Januari hingga April ini sudah ada 13 kasus,” jelasnya kepada Gunungkidulpost.com.

Menurut dia, satu diantara kasus yang ditangani oleh pihak kepolisian, yakni menyangkut tindak pidana kriminal dan kekerasan. Dengan munculnya geng berpotensi melakukan tindak kekerasan terhadap orang lain.

“Akhir- akhir ini sering terjadi kasus kekerasan yang mengatas namakan dirinya Geng untuk melakukan tindak kekerasan yang merugikan orang lain,” ujarnya.

Sumaryo menuturkan, tingkah laku anak tersebut tidak lepas dari peran serta orang tua, guru, dan masyarakat. Sehingga dalam kesempatan ini diharapkan mampu menekan angka kekerasan yang ditimbulkan oleh kalangan remaja.

“Sebagai orang tua sudah selayaknya memberikan contoh dan arahan yang benar, di bantu para guru saat berada di sekolah, dan juga masyarakat pada saat anak berada di luar. Sehingga mari bersama-sama mengawasi dan mengingatkan kepada anak yang sekiranya melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan,” tuturnya.

Lebih lanjut Sumaryo menjelaskan, sebagai seorang pelajar, sebaiknya mengisi hari- hari dengan kegiatan positif, seperti contoh dengan berolahraga, melakukan kegiatan keagamaan, kepemudaan dengan mengikuti kegiatan osis, bahkan bisa bergabung dengan karang taruna daerah masing- masing untuk melakukan hal yang positif.

“Hindari pernikahan dini, tunggu usia, mental dan pikiran benar- benar matang agar lebih siap dalam menjalani rumah tangga, bekerja yang tekun apapun pekerjaannya yang penting halal,” pungkasnya.(R1)

Posted from WordPress for Android

Related Post