Tujuh Desa Masuk Daftar Rawan Pangan

Aktivitas Penggilingan Padi. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebanyak tujuh desa di Kabupaten Gunungkidul masuk dalam kategori rawan pangan. Pemerintah Kabupaten (pemkab) Gunungkidul terus berupaya mengatasi masalah tersebut dengan mendorong adanya lumbung pangan di setiap desa.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Brata mengakui masih ada tujuh desa di Gunungkidul yang masuk kategori rawan pangan. Adapun tujuh desa yang memiliki kategori rawan pangan adalah Desa Mertelu di Kecamatan Gedangsari; Desa Grogol dan Desa Karangasem di Kecamatan Paliyan, Desa Banyusoco di Kecamatan Playen; Desa Kenteng di Kecamatan Ponjong; Desa Wonosari dan Desa Duwet di Kecamatan Wonosari.

“Tujuh desa masih mengalami kerawanan pangan sampai pada 2017 ini,” Rabu (29/3/2017).

Menurut Bambang kerawanan pangan yang melanda ketujuh wilayah tersebut, disebabkan oleh sejumlah hal. Diantaranya adalah rendahnya produksi pangan di sejumlah daerah. Atau terhambatnya distribusi pangan di sejumlah daerah yang akses jalanya masih sulit. Sedangkan di sisi lain, kecenderungan masyarakat yang masih ketergantungan dengan satu bahan pangan tertentu juga dinilai menjadi persoalan.

Oleh sebab itu, pihaknya telah menyusun langkah-langkah strategis untuk menanggulangi masalah kerawanan pangan yang masih terjadi di Gunungkidul tersebut. Seperti dengan pembangunan akses dan intensifikasi sektor pertanian. 

“Program lumbung pangan juga diharapkan dapat mengatasinya. Seperti yang telah dilakukan oleh masyarakat petani di desa Ngawen dan Nglipar yang sukses menerapkan koperasi untuk petani,” ujar Bambang. (Bayu)

Related Post