Tujuh Pengedar Narkoba Dibekuk Polisi

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dalam kurun waktu satu bulan, jajaran Satresnarkoba Polres Gunungkidul berhasil mengungkap tujuh kasus narkoba yaitu 2 kasus narkoba jenis sabu, satu kasus psikotropika/pil Diazepam dan empat kasus undang-undang kesehatan/pil trihexypenidyl.

Dari ketujuh kasus tersebut, polisi berhasil mengamankan 7 tersangka diberbagai tempat yang berbeda. 

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady didampingi Kasat Resnarkoba mengatakan, petugas berhasil mengungkap jaringan tersebut berbekal dari informasi masyarakat dan hasil pengembangan dari keterangan pelaku yang tertangkap sebelumnya.

Dari 7 pelaku pengedar dan pemakai narkoba tersebut, satu diantaranya merupakan pengedar narkoba jenis Diazepam dan Trihexypenidyl. Tersangka adalah DR (20) warga Karangrejek, Wonosari yang di tankap pada 1 Januari 2018 lalu. 

“Dari tersangka DR kita berhasil mengamankan barang bukti 100 butir Trihexypenidyl, 95 pil Diazepam, dan 140 uang hasil penjualan,” beber Kapolres saat menggelar konferensi pers,Selasa,(6/2/2018). 

Tidak hanya itu, Polisi juga berhasil menangkap DPS (19) warga Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo di wilayah Kecamatan Ngawen, dengan barang bukti berupa sabu seberat 0,18 gram. Dari penangkapan DPS petugas terus melakukan pengembangan dan akhirnya berhasil menangkap satu lagi tersangka yakni DT (26) warga Kartasura, Sukoharjo. Dari tangan DT petugas berhasil menyita narkoba jenis sabu seberat 0,36 gram yang dibungkus 3 plastik klip.

Lebih lanjut Kapolres mengatakan, tersangka selanjutnya adalah DP (23) warga Ponjong yang berhasil ditangkap pada 6 Januari 2018 lalu. Dari tangan DP polisi berhasil menyita barang bukti berupa 10 butir pil Trihexypenidyl dan uang 100 ribu rupiah. Tidak sampai disitu, dalam kasus selanjutnya, pada 23 Januari 2018 polisi juga berhasil menangkap tiga tersangka yakni Lk (19), RAS (22) warga Kecamatan Nglipar dan ASB, (35) warga Depok, Sleman. 

“Dari tangan mereka polisi berhasil mengamankan barang bukti total 869 butir pil Trihexpenidyl  dan uang sejumlah 120 ribu rupiah,” jelas Fuady. 

Fuady menyampaikan, pembelian sabu dan obat-obatan terlarang tersebut dilakukan secara online. Meski bandar yang sesungguhnya berada di Lapas namun transaksi masih terus dilakukan dengan bantuan kurir. Sementara itu, untuk peredaran narkoba jenis obat-obatan Tryhexypenidil di wilayah Gunungkidul dijual dengan harga Rp 35.000/plastik berisi 10 butir. 

“Polisi akan terus memburu para pelaku pengedar dan pemakai narkoba di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Hal itu karena berpotensi merusak moral, karakter dan memicu tindak kriminalitas lainnya,” tegas Fuady.

Untuk para orang tua dan pihak sekolah, Kapolres menghimbau agar turut aktif dalam menjaga anak dan muritnya  dengan sering memerikasa barang bawaannya. Apabila ditemukan barang bawaaan yang sekiranya menyimpang agar segera melapor ke polisi atau pihak pengamanan lainnya. (Santi)

Related Post