Tuntut Kejelasan Harga Tanah JJLS, Puluhan Warga Kemadang Geruduk Pengadilan Negeri

156 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sebanyak 40 warga dari Desa Kemadang, Tanjungsari, bersama tim kuasa hukum mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Gunungkidul, senin (16/4/2018).

Kedatangan dia, yakni tak lain adalah mendaftarkan penolakan atas ganti rugi tanah yang berdampak Jaringan Jalan Lingkar Selatan (JJLS) yang dinilai tidak wajar.

Kuasa Hukum warga Ferry Okta Irawan mengatakan, pihaknya melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Kabupaten Gunungkidul karena pembebasan lahan untuk pembangunan JJLS.

“Kami melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri terkait harga tanah yang menurut kami dibawah kewajaran,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia, kondisi masyarakat merasa tertekan, dan tidak diberikan kesempatan untuk musyawarah kepada pihak pembebasan lahan.

“Masyarakat merasa tertekan, hal itu disebabkan karena ada kata-kata jika tidak terima dengan harga yang diajukan dapat menggugat ke pengadilan,” paparnya.

Selanjutnya ia menjelaskan masyarakat Kemandang tidak diberikan kesempatan untuk bermusyawarah dengan Pemerintah Provinsi dan BPN.

“Warga tidak diberi kesempatan untuk musyawarah terkait harga, sementara di UU no 2 tahun 2012 tentang pengadaan tanah untuk kepentingan umum sudah jelas bahwa hasil dari tim penilai itu untuk bermusyawarah,” bebernya.

Sementara itu, salah seorang warga Kemadang, Maryono mengaku tanah yang ia miliki hanya dihargai sebesar 80 ribu per meter persegi. Hal itu dinilai dibawah harga pasaran.

“Kami diganti rugi sebesar 50-100 ribu, sedangkan tahun-tahun yang lalu sudah mencapai 150 ribu hingga 250 ribu per meternya, kenapa sekarang tahun 2018 malah turun harganya,” tandas Maryono. (Bayu Prihartanto)

Related Post