Tuntut Kejelasan, Ribuan GTT/PTT Ajukan Izin Kerja

38 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Forum Honorer Sekolah Negeri (FHSN) Kabupaten Gunungkidul berencana mengajukan izin untuk tidak mengajar pada 15 sampai 31 Oktober 2018 mendatang.

Ketua FHSN Kabupaten Gunungkidul Aris Wijayanto menyampaikan, ini merupakan bentuk protes para GTT terkait dengan peraturan mentri nomor 36 tahun 2018, karena diskrimiansi guru honorer yang telah mengabdi.

“Total GTT dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Gunungkidul dari TK hingga SMP mencapai 2000 orang, yang akan mengikuti izin tidak mengajar,” kata Aris, Kamis, (11/10).

Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan tenaga honor, dan dapat membuat regulasi yang dapat melindungi guru sebagai tenaga kerja.

“Intinya ada payung hukum untuk kami, dan dibarengi dengan kesejahteraan,” imbuhnya.

Sementara itu koordinator FHSN wilayah Semanu Wahyu Arinto mengatakan pada hari ini dilakukan koordinasi bagi GTT yang ada di Semanu untuk mengikuti izin tidak mengajar pada tanggal 15-31 Oktober 2018 mendatang.

“Izin tidak mengajar bertujuan agar pemerintah pusat menyadari bahwa GTT dan PTT itu ada keberadaanya,” kata Wahyu.

Jika tidak ada respon dari pemerintah GTT akan mengadakan aksi doa bersama di kantor pemerintah kabupaten, dan melakukan aksi penggalangan dana untuk gempa Palu, Sulawesi Tengah.

“Sebenarnya kami juga tidak tega jika harus meninggalkan anak didik, banyak anak-anak yang tidak rela jika para GTT izin tidak mengajar,” ujarnya.

Penghasilan perbulan untuk GTT maksimal hanya menyentuh angka Rp 400 ribu, dinilai sangat kecil. Untuk itu banyak diantara GTT yang bekerja disektor lain.

Dalak aksi tersebut FHSN tidak mewajibkan bagi GTT untuk mengikuti izin tidak mengajar, tetapi itu sebagai bentuk solidaritas antar sesama GTT.

Disinggung mengenai Surat Keputusan (SK) bupati ia mengatakan SK tersebut terlalu bertele-tele.

“SK bupati tidak dapat mengkover semua GTT yang ada di Gunungkidul,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang SMP, Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Kisworo mengaku dirinya belum mendapatkan laporan terkait izin tidak mengajar.

“Kami belum mendapatkan laporan terkait izin tersebut, jadi belum bisa berkomentar banyak,” tutupnya. (Santi)

Related Post