Uang Sumbangan Masuk SMA Jangan Terlalu Mahal

12 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Kabupaten Gunugkidul tidak mewajibkan sekolah untuk menarik uang gedung dan uang pembelian seragam sekolah.

Warsidi Pelaksana tugas (PLT) kepala balai dikmen Gunungkidul saat dihubungi wartawan, Senin (9/7/2018).

Pihaknya diperbolehkan menarik uang dari orangtua/wali murid yang sesuai dengan PP no 28 tahun 2008, yang berisi tentang sekolah masih diperbolehkan untuk menerima partisipasi dari masyarakat dalam bentuk sumbangan.

“Jika sekolah memungut biaya dari masyarakat tetap tidak boleh, tetapi jika sumbangan masih diperbolehkan, dengan catatan nilai sumbangan tidak mengikat artinya orangtua/wali murid dibebaskan dalam memberikan jumlah nilai sumbangannya,” katanya kepada wartawan.

Menurut dia besarnya sumbangan harus ada kesepakatan terlebih dahulu antara orangtua dengan sekolah. Sehingga tidak diperbolehkan sekolah menentukan besarnya sumbangan tersebut.

Untuk mengenai seragam ia mengatakan siswa dibebaskan untuk membeli seragamnya bisa dimana saja tidak harus di sekolah membeli seragamnya.

“Bahkan jika ada seragam bekas milik kakaknya atau dari siapapun bisa digunakan, siswa tidak harus membeli bahan seragam dari pihak sekolah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DIY, Kadarmanto Baskara Aji Mengaku, besaran sumbangan untuk siswa baru yang ada di Kabupaten Gunungkidul harus sesuai dengan kesepakatan wali murid. Sehingga tidak memberatkan wali untuk membiayai sekolah anaknya.

“Kalau besaran sumbangan Rp 3,5 juta yang dilakukan salah satu sekolah negeri di Gunungkidul terlalu tinggi. Sebaiknya harus ada kesepakan dulu kepada wali murid. Ini kan sifatnya sumbangan, jadi jangan seenaknya sendiri sekolah menentukan besarnya sumbangan,” ucap Aji.

Pihaknya berharap, sumbangan jangan terlalu besar. Sehingga keluarga yang termasuk golongan tidak mampu tidak merasa keberatan dan terus bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.

“Pokoknya jangan terlalu besar, biar semuanya tidak terlalu terbebani,” pungkasnya.

Terpisah, Satu diantara orangtua murid SMA N 1 Wonosari Wardoyo mengatakan sebetulnya dirinya tidak merasa keberatan dengan besaran uang sumbangan yang mencapai Rp 3,5 juta guna menyekolahkan anaknya. Namun harus ada perincian keuangan secara detai dari puhak sekolah.

Wardoyo pun berharap adanya transparansi keuangan di sekolah sehingga tidak timbul permasalahan.

“Sebetulnya saya tidak keberatan jika harus menyumbang ke sekolah sebesar lebih dari Rp 3 jutaan itu. Asalkan pihak sekolah transparan dengan penggunaan dana yang telah didapat, penggunaannya untuk apa juga harus jelas,” tuturnya. (Bayu)

Related Post