Ubur-ubur Menghilang, Pengunjung Dihimbau Tetap Waspada

95 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Gelombang tinggi yang melanda kawasan Pantai Selatan Gunungkidul selama beberapa hari terakhir menyapu keberadaan ubur-ubur yang sempat menjadi ancaman wisatawan.

Meski demikian, waisatawan dihimbau harus tetap waspada.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II DIY, Marjono, mengatakan pasca terjadinya gelombang tinggi yang terjadi Selasa (11/6), keberadaan ubur-ubur menghilang. Ia menduga hewan ini tersapu gelombang tinggi sehingga kembali ke tengah laut.

“Kami sudah menyisir kawasan pantai dan tidak menemukan ubur-ubur atau yang dikenal masyarakat lokal dengan sebutan impes ini,” kata Marjono kepada, Jumat (14/6/2019).

Menurut dia, hilangnya ubur-ubur di kawasan pantai tidak lepas dari perubahan arah arus air laut. Untuk saat ini, arus mengarah ke tengah sehingga ubur-ubur juga ikut ke tengah.
Meski demikian, Marjono meminta kepada pengunjung untuk berhati-hati karena potensi ubur-ubur kembali ke pinggir sangat memungkinkan.

“Potensi kembali masih ada sehingga wisatawan tetap harus berhati-hati,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul, Surisdiyanto, mengatakan korban sengatan ubur-ubur didominasi anak-anak. Hal ini tidak lepas dari bentuk ubur-ubur yang menarik sehingga anak-anak ingin menyentuhnya.

“Bentuknya seperti balon dan ada warnanya sehingga menarik untuk disentuh. Padahal jika menyentuh bisa menyengat,” katanya.

Surisdiyanto menuturkan untuk efek sengatan berbeda-beda mulai dari gatal-gatal, panas, sesak nafas hingga pingsan. Meski demikian, seluruh korban berhasil diselamatkan.

“Meski ada korban tapi semua dapat tertangani dengan mendapatkan obat pereda sakit,” tutupnya. (Bayu)

Related Post