Ujian SD/MI Kacau….Jumlah Soal dan Lembar Jawab Kurang

image

Hari Pertama USBN SD/MI di SD Negeri Wonosari 4. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Hari pertama pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) tingkat Sekolah Dasar (SD) dan juga Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Gunungkidul kurang berjalan mulus. Pasalnya dalam pelaksanaan ujian ini sempat terkendala lembar soal dan lembar jawab komputer untuk siswa yang masih kurang.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan, sebanyak empat sekolah di empat kecamatan mengalami kekurangan lembar jawab komputer (LJK). Empat sekolah tersebut berada di Kecamatan Karangmojo, Playen, Semanu, dan Saptosari.

“Empat sekolah yang mengalami  kekurangan soal dan lembar jawab, dari sampul soal tertera 20 lembar ternyata hanya ada 18 lembar,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (15/5/2017).

Bahron menuturkan, kekurangan soal itu berasal dari kesalahan distributor yang mengirimkan LJK dan soal.
Pihaknya pun langsung mengambilkannya dari sekolah lain yang memiliki soal dan lembar jawab yang ganda/sisa.

“Begitu ada informasi kekurangan naskah soal dan LJK kami langsung ambilkan dari sekolah lain,” tuturnya.

Bahron mengatakan, dari sebanyak 8.983 siswa dari 552 Sekolah Dasar dan juga Madrasah Ibtidaiyah terdapat satu siswa dari  UPT Rongkop yang tidak dapat mengikuti ujian dikarenakan sakit, sehingga terpaksa mengikuti ujian susulan.

“USBN ini akan berlangsung hingga Rabu (17/5) mendatang,” ungkap Bahron.

Sementara itu, Kepala Sekolah Dasar Negeri 4 Wonosari, Eko Pramono, mengatakan, hingga kini tidak ada kendala berarti pada pelaksanaan USBN di sekolahnya.

“Kalau di sekolah kami berjalan lancar dan tidak ada kendala apapun,” pungkas Eko. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post