Ulah Tengkulak Resahkan Petani Gunungkidul

76 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah yang dialami oleh kaum petani bawang saat dipermainkan oleh para tengkulak akibat harga bawang merah dipasaran.

Kelompok tani gemah ripah Desa Logandeng, Dusun Logandeng Kecamatan Playen harus pasrah ketika harga bawang merah selisih jauh dengan harga jual petani ke pihak tengkulak.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala kelompok tani Gemah Ripah Sungkono, Senin (24/9/2018).

“Masalah harga sudah nasib menjadi petani kita tidak bisa mematok harga harus sekian rupiah perkilo, panen melimpah harga turun dari dulu memang seperti itu, saat ini harga perkilo Rp 14 ribu,” katanya.

Dalam panen ini kelompoknya mampu memanen sebesar 17,5 ton dengan luas lahan 1 hektar.

“Iklim baik, air juga baik, serta ketersediaan pupuk ada sehingga panen pada kali ini sangat memuaskan, lahan ada sekitar 6 hektar yang tertanam bawang merah baru 1 hektar karena terbagi dengan sayuran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala dinas pertanian dan pangan kabupaten Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan panen kali ini mendekati target yang sudah ditentukan.

“Target sebelumnya 18 ton saat ini mampu memanen 17,5 ton, itu sudah bagus sekali,” katanya.

Ia mengatakan dalam satu kilogram bibit bawang merah dapat menghasilkan 25 kilogram bawang merah, jika dihitung dengan skala ton 1 ton bibit bisa mencapai 25 ton. Bambang mengatakan semangat petani sangat dibutuhkan dalam penanaman bawang merah maupun komoditas lainnya.

“Rata-rata di Gunungkidul dapat melebihi target yang sudah ditentukan, seperti di sidomaju Giripurwo 18,5 ton, sedangkan di daerah yang kurang air seperti di Banyumeneng panggang 17,5 ton, dan 19 ton dapat dipanen di Pulutan,” terangnya. (G1)

Related Post