UMKM Sulit Berkembang, Ini Penyebabnya

108 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Gunungkidul, mengalami kendala dalam memasarkan produk.

Hal itu seperti yang di sampaikan oleh Ketua Kelompok Batik Tulis Cangkring, Dusun Bansari, Kepek, Muji Lestari, berharap pemerintah setempat mendampingi membuka pangsa pasar.

Menyinggung soal produksi, Muji Lestari mengatakan bahwa pembuatan batik tulis tidak bisa banyak setiap bulannya karena kemampuan maksimal menjual produknya sebanyak 8 s.d. 10 batik. Hal ini karena pihaknya terkendala pada pemasaran produk.

“Selama ini jami masih terkendala dengan pemasaran produk,” katanya kepada wartawan, Selasa (17/4/2017).

Menurut Muji, hal ini butuh campur tangan pemerintah agar UMKM terus berkembang. Ia menyebutkan harga batik tulis memang lebih tinggi daripada batik printing ataupun cap karena dan juga lebih rumit dalam pembuatannya.

“Pemerintah harus turun langsung ke pelaku usaha supaya lebih mendorong penjualan produk,” ucapnya.

Sementara itu, pelaku UMKM lainnya, Sakiyo (65), pemilik pabrik tahu, Dusun Sumbermulyo, Desa Kepek, Kecamatan Wonosari lebih pada keterbatasan tenaga kerja.

Ia mengatakan bahwa pihaknya hanya mempekerjakan lima orang. Itu pun kadang-kadang ada yang tidak masuk kerja.

Setiap hari, dia membutuhkan 2 kuintal kedelai yang berasal dari pemasok. Bahan baku, seperti kedelai dan kayu bakar, baginya tidak ada masalah.

Soal pemasaran, produksi tahunya disetorkan ke beberapa pedagang di pasar, seperti Pasar Argosari Wonosari dan Pasar Playen.

“Untuk keuntungan Rp210 ribu sampai Rp230 ribu per hari,” bebernya.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Gunungkidul Widagdo mengatakan bahwa selama ini karena keterbatasan sumber daya manusia para pelaku UMKM tidak banyak berinovasi. Produk yang dihasilkan cenderung biasa dan belum mampu bersaing.

Pemkab terus mendukung upaya agar pengusaha meningkatkan inovasi dengan terus memberikan pelatihan.

“Pelaku UMKM tidak boleh cepat puas, harus berinovasi,” pungkasnya. (Heri Prastawa)

Related Post