UNBK Digabung, Sekolah Harus Nombok

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Ada sekitar 36 dari 142 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Madrasah Tsnawiyah (MTs) yang digabung dengan sekolah lain untuk mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Banyaknya sekolah yang menggabung dalam pelaksanaan UNBK, menjadikan permasalahan tersendiri bagi pihak sekolah. Sebab jika siswa dibiarkan berangkat sendiri, dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan.

Seperti yang dialami Madrasah Tsanawiyah (MTs) YAPPI Mulusan, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul. Oleh karena ketersediaan perangkat komputer terbatas, siswa sekolah ini harus melaksanakan ujian di SMK YAPPI Wonosari. 

Siswa yang mengikuti ujian nasional diantar jemput dengan minibus saat berangkat dan pulang. Hal itu akan dilakukan selama ujian nasional berlangsung.

“Ada 54 siswa kami yang melaksanakan ujian,” jelas Kepala MTs YAPPI Mulusan, Riyata saat dihubungi Gunungkidulpost.com, Rabu (3/5/2017).

Menurutnya, MTs baru memiliki 20 perangkat komputer, sehingga sekolah harus menggelar UNBK di SMK YAPPI Wonosari. Padahal jarak antar dua sekolah lumayan jauh, lebih dari 8 kilometer. Lantaran jarak sekolah yang jauh, pihak sekolah menyewa dua minibus. Tidak hanya saat pelaksanaan UNBK, tapi saat simulasi UNBK, pihak sekolah juga sudah menyewa bus. 

“Kami 3 kali melakukan simulasi (UNBK) juga di sini (SMK YAPPI Wonosari). Sampai dengan pelaksanaan UNBK empat hari nanti, berarti kami menyewa minibus empat kali,” imbuhnya.

Riyata mengaku pihak sekolah selama ini sudah mengeluarkan anggaran  sebanyak Rp 3,5 juta untuk menyewa minibus. Dia meminta pemerintah berkomitmen menyediakan perangkat komputer, sehingga tidak ada lagi sekolah yang kesulitan saat pelaksanaan UNBK.

“Harusnya pemerintah komitmen memberikan bantuan. Karena swasta saat ini sama sekali belum ada bantuan perangkat komputer,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post