Usai Santap Nasi Padang, 10 Perangkat Desa Dengok Masuk Puskesmas

288 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Sebanyak 10 warga di Desa dengok, Kecamatan Playen, keracunan usai menyantap nasi padang saat acara monitoring dana desa di Balai Desa setempat.

Informasi yang dihimpun Gunungkidulpost.com, kejadian tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Korban yang sebagian besar merupakan perangkat desa itu usai menyantap makanan tak berselang lama mengalami mual, pusing, muntah-muntah.

Para korban diduga keracunan makanan dan harus mendapatkan perawatan intensif di Puskesmas Playen 1.

Sugeng (43), salah satu korban mengaku sakit di bagian perut usai menyantap nasi padang yang berisi nasi putih, sambal, lalapan, dan ikan gembung.

“Setelah makan nasi padang, selang satu jam terasa lemas, pusing, dan mual,” ucap Sugeng yang juga PJ Kades Denok Playen saat mendapatkan perawatan diruang IGD Puskesmas Playen 1.

Tidak hanya Sugeng, kondisi serupa dialami Cahyono Pendiniawan (34) warga Dusun Dengok 4, Desa Denok, Playen yang turut menyantap nasi padang tersebut. Dirinya selang beberapa menit langsung merasakan sakit perut, lemas, dan mual.

“Setelah menyantap makan siang tadi kepala pusing dan lemas,” ucapnya.

Hal yang lain juga dialami oleh Sekertaris Desa (Sekdes) Desa Dengok, Emi Mintarsih. Dia mengaku lemas sesaat setelah menyantam makanan tersebut.

“Kondisi saya masih lemah mas, yang jelas tadi tidak berselang lama setelah makan masakan padang lalu seperti ini,” paparnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Playen 1, dr Yolanda Barahama menjelaskan, total korban yang diduga mengalami keracunan ada 10 pasien. Menurut dia, semua pasien mengalami hal yang sama yakni, mual, pusing, dan lemas. Hal itu diduga mengalami keracunan makanan yang ia santap.

“Ini baru dugaan adanya keracunan, nemun masih akan diselidiki dulu,” ucapnya.

Jolanda mengatakan, gejala yang dialami oleh sepuluh orang tersebut menyerupai gejala keracunan makanan, antara lain mual, muntah, demam, tubuh korban panas sementara korban merasakan kedinginan.

Pihaknya pun menduga adanya bakteri atau mikroorganisme yang terkandung di dalam makanan tersebut, sehingga korban mengalami infeksi.

“Kemungkinan ada infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang terkandung di dalam makanan itu,” ujarnya.

Lanjut Jolanda, Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul pun mengambil langkah cepat dengan mengambil sisa sampel makanan yang sama dengan yang dimakan korban.

Sampel tersebut dikirimkan ke Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta untuk diteliti penyebab keracunan yang dialami warga.

“Kami masih menduga, hasilnya nanti Balai Laboratorium Kesehatan Yogyakarta yang akan meneliti. Dugaan sementara adalah infeksi bakteri,” tuturnya. (Bayu)

Related Post