Usia Senja, Kakek Ini Tetap Semangat Pergi ke Tanah Suci

image

Foto: Istimewa

Gunungkidulpost.com – Playen – Usianya yang senja semakin mempertebal niat Adi Mulyono Ngatiran (89), seorang veteran perang pasca kemerdekaan di Dusun Dengok VI, Desa Dengok, Kecamatan Playen, untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima. Meskipun menjadi calon jamaah haji tertua se-DIY, semangatnya untuk dapat menginjakan kaki di Tanah Suci semakin semangat.

Saat akan berangkat ke tanah suci pada 3 Agustus 2017 mendatang. Menjelang keberangkatanya, ia pun nampak tenang. Kulitnya yang mengeriput, tidak dapat menyembunyikan air muka bahagianya. Dia tidak sabar untuk segera dapat memanjatkan doa di depan Ka’bah, bersama dengan istrinya, Sunikem (69).

Kakek yang telah memiliki 9 orang cucu tersebut kini telah bersiap, koper kuning  berlabel bendera Indonesia, lengkap dengan identitasnya telah diisi beberapa potong baju dan barang pribadinya. Tidak lupa makanan kesenanganya pun ikut dia masukkan ke dalam koper. Satu pack kacang atom ia selipkan dengan beberapa potong pakaian di dalam koper.

Adi memang gemar menyantap kacang atom. Kacang berbalut tepung berbentuk bulat itu memang mudah saja ia kunyah dengan giginya yang masih lengkap. Selain giginya yang masih lengkap, dibanding orang seumurannya, pria bertinggi 165 centimeter itu memang tergolong masih gesit. Dia masih sanggup berjalan puluhan meter setiap harinya untuk sekedar pergi ke ladang untuk mencari pakan ternak. Dia pun yakin mampu berjalan melakukan tawaf mengelilingi Ka’bah saat di Tanah Suci nanti.

“Bismillah, Insyaallah bisa, Saya sudah mempersiapkannya. Kemarin sudah diberi obat khusus dari dokter untuk satu setengah bulan di sana [Tanah Suci],” ungkapnya.

Selama ini kesehatan Adi, memang tidak terlalu bermasalah. Hanya saja di usianya yang telah senja, pendengaran dan penglihatannya sudah mulai berkurang. Namun selain itu tidak adalah keluhan rasa sakit tertentu yang dia alami selama ini.

Veteran penjuang pasca kemerdekaan 1948 itu mengaku mendapat berkah ketika mimpinya untuk ke Tanah Suci akan segera terwujud. Bagaimana tidak, perjuangnnya menabung selama kurang lebih sepuluh tahun terakhir kini terasa tuntas. Gaji pensiunan sebesar Rp2 juta per bulan sebagai veteran tentara bagian logistik, kini dapat terkumpul untuk membiayai berangkat ke Tanah Suci.

“Sebagian besar biaya dari tabungan hasil gaji pensiunan dan hasil pertanian,” ujarnya.

Saat mendaftar haji pada 2010 lalu, beberapa kali pihak Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul menawarinya untuk didahulukan berangkat ke tanah suci. Hal itu mengingat usia sang ayah empat anak itu sudah mulai senja. Namun lantaran biaya yang belum cukup, Adi bersama istrinya urung berangkat lebih awal.

Kini, Adi dan Sunikem mengaku telah siap fisik dan materi. Meskipun segala keperluan di tanah suci telah disediakan, namun sejumlah uang saku sengaja akan dia bawa. Rencananya uang itu akan digunakanya untuk membelikan oleh-oleh ke 9 cucu dan empat orang anaknya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Kementerian Agama Gunungkidul, Mukotib mengatakan, dengan umur 89 tahun 24 hari, Adi menjadi calon jamaah haji tertua se-DIY. Meskipun menyandang usia tertua, namun Adi dinyatakan sebagai salah satu calon jamaah haji yang lolos dalam tes kesehatan dan akan diberangkatkan pada gelombang pertama kloter 23. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post