Volume Sampah Naik, Kawasan Pantai Selatan Terancam Kumuh

109 views

Gunungkidulpost.com – Tanjungsari – Volume sampah di kawasan wisata pantai selatan Gunungkidul saat ini dinilai sudah mengkhawatirkan.

Hal tersebut menjadi problematika yang harus diatas bersama-sama.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gunungkidul, Agus Priyanto menyampaikan berbagai upayapun dilakukan DLH untuk mengatasi masalah itu,salah satunya dengan gropyokan sampah.

“Jika tida segera diatasi, sampah tentu menganggu wisatawan,” kata Agus, seusai kegiatan gropyokan sampah dan penyerahan kendaraan roda tiga oleh salah satu bank, di Pantai Drini, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Jumat (28/09).

Sampah yang ada di pantai sendiri rata-rata berasal dari wisatawan. Umumnya para wisatawan masih sangat minim kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya meski tempat sampah sudah disiapkan. Selain itu, para pelaku usaha sendiri belum begitu siap mengelola sampah.

“Untuk itu kita mulai melakukan pemetaan penghasil sampah itu siapa. Kita akan membina mereka agar melakukan pengelolaan sampah dengan benar,” katanya.

Kedepan DLH akan memberi himbauan kepada pengelola usaha disana agar dapat memilah sampah. Sanksi akan diberikan kepada mereka yang sembarangan mengelola sampah.

“Retribusi tetap kita berlakukan Rp5.000. Tetapi kita berharap pelaku usaha juga mengelolanya dengan baik,” imbuhnya.

Disinggung mengenai perkembangan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di kawasan selatan saat ini masih terus berjalan, diharapkan dengan TPA itu dapat mendukung pengelolaan sampah.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Pantai Drini, Marjoko mengakui permasalahan sampah masih dialami, lantaran keterbatasan tempat pembuangan akhir.

“Kami akan komunikasi dengan desa, tanah kas mana yang bisa kami gunakan. Pengelolaan pemilahan sampah kami usahakan nanti, kalau pemberlakuan sanksi belum bisa saya rasa,” kata Marjoko. (Santi)

Related Post