Wacana Guru ASN Tambah Masa Kerja Ternyata Masih Abu-abu

108 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Adanya wacana Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud terkait masa pensiun guru diperpanjang masih abu-abu. Pasalnya sampai saat ini Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Gunungkidul belum menerma informasi yang falid tentang aturan tersebut.

Sejauh ini pemerintah pusat belum menginformasikan atau memberikan draf maupun mengenai wacana aturan untuk Guru ASN yang akan ditambah masa pensiunnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Gunungkidul, Sigit Purwanto mengaku pihaknya menerima informasi apapun terkait penambahan masa kerja untuk Guru ASN.

“Kami belum menerima regulasi maupun surat edaran dari Pemerintah Pusat, itu baru sebatas wacana. Nantinya kalau sudah ada surat edaran kami akan menginformasikan secara terbuka.” jelasnya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (23/9/2019).

Saat ditanya mengenai kesiapan mengahadapi wacana pemberdayaan ASN Guru pihaknya belum bisa berkomentar banyak.

“Yang jelas kita masih menunggu untuk wacana kedepannya bagaimana, kami akan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah.” Imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Formasi Pengembangan dan Data BKPPD, Reni Linawati, menerangkan menurut data jumlah ASN yang pensiun pada tahun 2019 sejumlah 422 orang, yang termasuk didalamnya ASN Guru 215 orang.

“Jumlah ASN yang pensiun pada tahun 2019 ada 422 orang yang meliputi separuh lebih dari tenaga pendidik.” terangnya.

Reni mengatakan untuk mengatasi banyaknya ASN yang pensiun tersebut hanya bisa mengusulkan melalui pendaftaran CPNS dan PPPK yang juga tergantung anggaran daerah.

“Untuk mengatasi kekosongan ASN tersebut kita hanya bisa mengusulkan melalui pendaftaran CPNS yang itu jumlahnya tergantung anggaran daerah.” Jelasnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Gunungkidul, Sudya Marsita mengatakan guna untuk menutup kekurangan Guru ASN yang pensiun pihaknya melakukan program guru pengganti.

“Kami sudah mulai mengatasi kekurangan guru ASN yang pensiun, dengan cara melaksanakan program guru pengganti yang diisi oleh para honorer.” paparnya.

Disinggung mengenai wacana pemerintah pusat yang akan memberdayakan Guru ASN yang pensiun untuk bekerja lagi, dirinya mengaku tidak setuju. Hal itu dikarenakan umur menjadi faktor utama dalam pencapaian produktifitas kerja.

“Kalau menurut saya lebih baik memberdayakan tenaga yang lebih muda dari pada yang sudah menginjak 60 tahun. Karena kalau yang mudah lebih produktif,” tutupnya. (Falentina)

Related Post