Wakil Bupati Tuding Data BPS Tidak Kongkrit

166 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Menurut Wakil Bupati Gunungkidul,  Immawan Wahyudi,  selama ini penilaian data statistik oleh Badan Pusat Statistik(BPS) terhadap angka kemiskinan di Gunungkidul menurutnya tidaklah konkrit dengan kenyataan dilapangan.
Hal ini di ungkapkan  saat panen raya kedelai, dan jagung di Kecamatan Nglipar, (05/01/2018) lalu. 

Menurut Immawan, kalau BPS tidak mendata ulang, dianggap petani Gunungkidul selama ini tidak memberikan kontribusi. Padahal kenyataannya, Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), 25% nya sumbangan dari bidang pertanian. 

Menanggapi hal tersebut, Drs.  Sumarwiyanto,Kepala BPS Gunungkidul menyampaikan bahwa untuk melakukan pendataan,  BPS sudah melakukan pendekatan ke masyarakat. Menurutnya, angka kemiskinan dipandang dari tidak kemampuan dari sisi ekonomi dalam memenuhi kebutuhan makanan dan non makanan. Semua di ukur berdasarkan garis kemiskinan makanan, yaitu nilai pengeluaran minimum untuk makanan yang setara dengan 2100 kilo kalori per kapita perhari. Sedangkan non makanan yaitu nilai pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan non makanan seperti sandang, papan, pendidikan dan kesehatan serta kebutuhan mendasar non makanan lainnya.

“Penduduk dikatakan miskin apabila pengeluaran per kapita perhari dibawah garis kemiskinan,” kata Sumarwiyanto,Senin,(8/1/2018). 

Sumarwiyanto mengungkapkan, sebenarnya di tahun 2016 penurunan angka kemiskinan di Gunungkidul sudah sangat signifikan yaitu dari 21,73 % di tahun 2015 menjadi 19,34% di tahun 2016. Menurutnya penurunan angka mencapai 2 % itu merupakan pencapaian yang sudah sangat luar biasa. 

“Bahkan angka kemiskinan di Gunungkidul di tahun 2016 bukanlah yang tertinggi dibandingkan dengan Kabupaten Kulonprogo, ” ujarnya. 

Sementara itu, prosentase angka kemiskinan di tahun 2017 ini,  Sumarwiyanto belum berani menyampaikan. Pihaknya mengaku masih menunggu hasil perhitungan dari tingkat Provinsi. 

“Akan segera kami sampaikan hasilnya ke Pemerintah Daerah setelah kami dapatkan data dari Provinsi, mungkin minggu depan,” katanya saat ditemui wartawan. 

Sumarwiyanto menyampaikan, BPS mempunyai kewajiban memotret apa yang sesungguhnya ada dilapangan. Nantinya, BPS akan menunjukan raport pemerintah. Jika memang pada kenyataannya kemiskinan di Gunungkidul semakin meningkat, itu bukan kesalahan BPS namun bagaimana semua untuk bisa di evaluasi. Namun sebaliknya jika angka kemiskinan turun seperti tahun-tahun sebelumnya. Itu menunjukan bahwa kerja pemerintah daerah untuk mengentaskan kemiskinan dan mensejahterakan masyarakatnya memang membuahkan hasil. 

“Kami akan selalu keluarkan angka yang sebenarnya,” pungkasnya. (Santi)

Related Post