Warga Girisubo Mulai Kesulitan Air

620 views
image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Girisubo – Sejumlah wilayah rawan kekeringan memasuki pancaroba ini mulai kesulitan air bersih. Akibatnya warga harus membeli air dari truk tangki pengangkut air.

Kepala Desa Pucung, Kecamatan Girisubo Bambang Untara mengatakan,  wilayahnya masuk daerah yang mengalami kekeringan saat musim kemarau. Memasuki masa pergantian musim ini, sejumlah dusun di Pucung mulai kekurangan air bersih. Dusun-dusun itu diantarannya, Pucung, Wotawati, Ngreyung, Karangtengah dan Bengle.

“Ada sepuluh dusun yang masuk dalam wilayah kritis air. Tapi untuk sekarang, belum semua dusun mengalami hal itu karena warga masih ada yang memiliki stok dari tandon air hujan,” kata Bambang kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (27/4/2017).

Menurut dia, kekurangan air itu terjadi sejak satu bulan yang lalu. Akibatnya banyak warga yang memenuhi kebutuhan air dengan membeli air tangki.

“Ada yang beli secara patungan, tapi ada juga yang beli sendiri-sendiri,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan, harga satu tangki air bersih bervariasi. Hal itu terjadi karena penentuan harga sangat bergantung dengan jarak tempuh dan kondisi medan tempat yang akan dikirimkan air.

“Rata-rata satu tangkinya dihargai Rp150.000,” bebernya.

Lebih jauh dikatakan Bambang, krisis air yang terjadi dikarenakan di wilayah Pucung sangat minim sumber air. Sementara itu, keberadaan instalasi pipa PDAM belum bisa dimaksimalkan hingga sekarang ini. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post