Warga Gunungkidul Jual Emas Untuk Membeli Air

image

Foto: Bayu

Gunungkidulpost.com – Panggang – Musim kemarau di Kabupaten Gunungkidul menyebabkan puluhan ribu warga mengalami kekurangan air bersih. Untuk membeli air bersih, warga sudah mulai menjual beberapa barang berharga miliknya.

Hal itu seperti yang dialami oleh Wasiyah salah seorang warga dusun Karang Desa Girikarto, kecamatan Panggang yang mulai kesulitan air,
Ia terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari bersama keluarganya.

“Sejak 6 bulan lalu saya sudah membeli air. Per tengki sebesar Rp 150 ribu,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (10/7/2017).

Sebagian besar warga Panggang hanya mengandalkan air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka. Hal itu lantaran sumur dan PDAM tak sampai ke dusun mereka.

“Kita hanya mengandalkan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dan kondisinya memang seperti ini hanya bisa pasrah,” paparnya.

Dengan penghasilan tak menentu, suaminya bekerja sebagai pembuat arang dan dirinya sebagai penjual jamu, memaksa dirinya harus menguras perhiasan demi membeli air.

“Semua perhiasan (emas-emasan) sudah saya jual demi membeli air tangki,” ucapnya.

 

Kondisi kekeringan ini juga dialami oleh warga di wilayah lain seperti di kecamatan Tanjungsari. Warga sudah membeli air dari tangki swasta sejak beberapa bulan lalu.

Ketua RT 02 Padukuhan Wonosobo I, Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Sukiran, mengatakan sebanyak 450 orang mengalami kesulitan air. Dirinya pun berharap Pemkab mulai memberikan bantuan air bersih dan solusi untuk menghadapi musim kemarau panjang ini.

“Sebanyak 450 orang warga kami mengalami kesulitan air bersih. Bahkan banyak warga yang harus rela menjual barang berharga demi pembelian air bersih,” ucapnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post