Warga Masih Kesulitan Cari Gas Melon

60 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Meski operasi terus gas melon dilakukan oleh jajaran Kepolisian, Pemkab, dan DPRD namun hingga saat ini warga masih merasakan sulinya membeli gas bersubsidi itu di pasaran.

Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas ukuran 3 kilogram di wilayahnya. Mereka sudah berkeliling ke sejumlah warung atau pangkalan yang ada di seputaran tempat tinggal mereka. Di media sosial juga ramai pembicaraan terkait dengan sulitnya mendapatkan gas bersubsidi tersebut.

Ika Wahyuningsih, warga Baleharjo mengaku sulit mendapatkan gas ukuran 3 kilogram sejak beberapa hari yang lalu. Ia sudah berkeliling setidaknya ke empat pangkalan yang ada di dekat rumahnya. Namun ia tidak mendapatkannya karena pangkalan yang ia datangi mengaku telah kehabisan stok.

“Di mana-mana kosong, tidak ada persediaan,” katanya kepada wartawan, Kamis (26/4/2018).

Sulitnya mendapatkan gas melon ini tentu membuatnya sedih, sebab ia khawatir warung lesehan di pinggir jalan miliknya tidak bisa buka lagi. Karena gas melon merupakan bahan baku untuk membuka warungnya. Jika menggunakan gas elpiji ukuran 12 kilogram, ia mengaku tidak mendapatkan untung karena harganya yang selangit.

“Usaha kecil tidak bisa berjalan kalau menggunakan gas 12 kg. Sehingga kami harus gunakan gas 3kg, toh itupun sulinya minta ampun,” ujar Ika.

Hal yang serupa juga diungkapkan Fauzan, warga Wonosari. Bahkan setelah keliling ke beberapa pangkalan dan warung, ia mendapatkan gas 3 kilogram yang harganya cukup mahal, jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan PT Pertamina.

Untuk mendapatkan gas tersebut ia terpaksa membayar Rp24.000 per tabungnya.

“Kata penjualnya karena susah maka harganya mahal,” ungkapnya. (Heri Prastawa)

Related Post